Sebuah perusahaan bernama Strategy baru saja kembali memborong 24.869 Bitcoin (BTC) dengan harga rata-rata USD 80.985 per keping. Pembelian bernilai lebih dari USD 2 miliar (sekitar Rp 32 triliun) ini menambah tumpukan aset kripto mereka menjadi total 843.738 BTC.
Berdasarkan harga pasar saat ini di mana Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 76.574, total kepemilikan Strategy ditaksir mencapai angka fantastis USD 64,6 miliar atau setara dengan lebih dari Rp 1.000 triliun.
Menurut data dari Bitbo, secara keseluruhan, rata-rata harga pembelian Bitcoin oleh Strategy berada di angka USD 66.384,56 per keping. Artinya, meskipun harga Bitcoin saat ini sedikit mendingin dibandingkan puncak tertingginya, perusahaan ini masih meraup keuntungan (floating profit) yang sangat besar dari investasi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuasai 4 Persen Suplai Global
Langkah agresif Strategy ini membuat posisi mereka di pasar kripto makin dominan. Berikut adalah fakta menarik di balik kepemilikan tersebut:
- Batas Maksimal: Sistem Bitcoin dirancang hanya akan memiliki total suplai maksimal sebanyak 21 juta keping di seluruh dunia.
- Jumlah Beredar: Saat ini, sudah ada lebih dari 20 juta keping Bitcoin yang berhasil ditambang dan beredar di pasar.
- Monopoli Strategy: Dengan mengantongi lebih dari 843 ribu keping, Strategy kini secara sah menguasai lebih dari 4 persen dari total populasi Bitcoin yang ada di dunia.
Perjalanan Investasi Sejak 2020
Strategy pertama kali terjun membeli Bitcoin dalam jumlah besar pada akhir tahun 2020, tidak lama setelah siklus lonjakan harga (bull run) besar pertama aset kripto tersebut pada akhir 2017.
Kesuksesan mata uang digital ini makin meroket pada tahun 2021, meskipun baru pada akhir tahun 2024 lalu Bitcoin berhasil melewati USD 100.000. Harga BTC bahkan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masanya di angka hampir USD 125.000 pada musim gugur tahun lalu, sebelum akhirnya mengalami sedikit koreksi seperti saat ini.
Mengubah Hidup Lewat Bitcoin
Investasi Bitcoin memang telah terbukti menghasilkan kekayaan mendadak bagi banyak orang, terutama mereka yang masuk lebih awal dengan modal kecil atau menambang koin mereka sendiri saat harganya masih sangat murah.
Tidak ada yang menyangka bahwa token digital acak ini akan meledak nilainya. Sebagai contoh, awal bulan ini viral seorang pengguna X yang berhasil memulihkan akses ke dompet Bitcoin-nya yang terkunci selama satu dekade menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI).
Ia memiliki 5 BTC yang dibelinya pada tahun 2015 seharga USD 250 per keping. Karena lupa kata sandi akibat mabuk, koin tersebut tidak tersentuh selama 11 tahun. Kini, aset yang berhasil diselamatkan AI tersebut bernilai nyaris USD 400.000 (sekitar Rp 6,4 miliar), demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (19/5/2026).
(asj/asj)

