Kehadiran kecerdasan buatan (AI) diramal akan menghilangkan lapangan kerja entry-level untuk lulusan baru. Tidak heran jika banyak mahasiswa yang memiliki sentimen negatif terhadap eksekutif teknologi yang mengelu-elukan AI, seperti yang dialami mantan CEO Google Eric Schmidt.
Schmidt, yang memimpin Google selama satu dekade, belum lama ini menyampaikan pidato saat wisuda di University of Arizona. Saat mengungkit AI dalam pidatonya, Schmidt beberapa kali dicemooh oleh wisudawan yang hadir.
Schmidt membuka pidatonya dengan merenungkan masa sekolahnya dan kemunculan komputer. Ia menelusuri evolusi komputer menjadi laptop dan smartphone serta meluasnya internet dan media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Schmidt kemudian membandingkan kemajuan teknologi AI dengan efek transformasi yang dibawa komputer. Namun, Schmidt mendapat cemoohan keras ketika mengatakan para mahasiswa dapat membantu membentuk kecerdasan buatan.
"Sekarang kalian dapat mengumpulkan tim agen AI untuk membantu kalian dengan hal yang tidak akan pernah bisa kalian selesaikan sendiri. Ketika seseorang menawarkan tempat duduk di pesawat roket, kalian tidak perlu bertanya tempat duduk yang mana, kalian langsung naik saja," kata Schmidt, seperti dikutip dari TechCrunch, Selasa (19/5/2026).
Namun, Schmidt mengakui banyak generasi muda yang takut menghadapi masa depan di era AI.
"Saya tahu apa yang kalian rasakan tentang hal itu. Ada ketakutan... ada ketakutan di generasi kalian bahwa masa depan telah ditulis, bahwa mesin-mesin akan datang, bahwa lapangan kerja akan lenyap, bahwa iklim akan memburuk, bahwa politik terpecah belah, dan bahwa kalian mewarisi kekacauan yang tidak kalian ciptakan, dan saya memahami ketakutan itu," ujarnya.
Tidak mengejutkan jika ada banyak mahasiswa yang mencemooh pidato Schmidt. Hasil jajak pendapat Gallup baru-baru ini mengungkap hanya 43% warga Amerika Serikat berusia 15-34 tahun yang mengatakan ini adalah waktu yang tepat untuk mencari pekerjaan di daerahnya, turun drastis dari 75% pada tahun 2022.
Schmidt bukan satu-satunya sosok yang dicemooh saat menyebut AI dalam pidato di depan mahasiswa yang baru diwisuda. Belum lama ini, eksekutif real estate Gloria Caulfield menerima sambutan serupa saat pidato di wisuda University of Central Florida setelah menyebut teknologi kontroversial tersebut.
"Munculnya kecerdasan buatan adalah revolusi industri berikutnya," kata Caulfield, yang kemudian memicu sorakan ejekan dari para mahasiswa.
(vmp/vmp)

