Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pasukan Robotik AS Dikerahkan Cari Ranjau Iran di Selat Hormuz

Pasukan Robotik AS Dikerahkan Cari Ranjau Iran di Selat Hormuz


Fino Yurio Kristo - detikInet

Ilustrasi ranjau laut
Ilustrasi ranjau laut. Foto: Naval Institute
Jakarta -

Militer Amerika Serikat mengerahkan drone laut dan sistem robotik lain untuk membantu membersihkan ranjau di Selat Hormuz. Wall Street Journal melaporkan Angkatan Laut AS memakai kombinasi sistem berawak dan tak berawak untuk memindai ranjau yang mungkin memblokir selat sempit tersebut, yang biasanya dilalui sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Seorang pejabat pertahanan AS menyatakan upaya ini merupakan bagian operasi penanggulangan ranjau guna membuka kembali rute tersebut. Para analis militer mengatakan ke media itu bahwa pemindaian awal di dasar laut dapat dilakukan dengan cepat menggunakan kendaraan bawah air tak berawak. Setelah ranjau terdeteksi, robot laut khusus dapat dikirim untuk menghancurkannya.

Dikutip detikINET dari News18, Kevin Donegan selaku mantan Laksamana Angkatan Laut AS, mengatakan bahwa jalur pelayaran kecil dapat disurvei dalam hitungan hari menggunakan sistem semacam itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah ini diambil di tengah ketegangan yang masih tinggi antara AS dan Iran. Iran menegaskan tidak akan mengizinkan lalu lintas normal kembali beroperasi kecuali AS mencabut blokadenya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Iran sempat membuka kembali selat tersebut menyusul gencatan senjata terkait pertempuran yang melibatkan Israel dan Hizbullah, yang sempat meningkatkan harapan akan stabilitas dan menurunkan harga minyak. Namun, mereka membatalkan keputusan itu sehari kemudian dan memperingatkan kapal-kapal menghindari jalur utama dan beralih menggunakan rute yang lebih dekat ke garis pantainya, dengan alasan adanya ancaman ranjau.

ADVERTISEMENT

Iran diperkirakan menebar dua jenis ranjau di Selat Hormuz, yakin Maham 3 dan Maham 7. Tidak seperti ranjau sebelumnya yang mengandalkan kontak fisik antara lambung kapal dan mekanisme pemicu pada ranjau itu sendiri, keduanya merupakan varian lebih modern yang menggunakan sensor magnetik dan akustik untuk mendeteksi saat kapal berada di dekatnya sebelum meledakkan hulu ledak.

Maham 3 adalah ranjau jangkar seberat 300 kg yang dapat digunakan di perairan sedalam 100 meter. Sedangkan Maham 7 adalah ranjau dasar laut 220kg yang digunakan di perairan lebih dangkal. Bentuk kerucutnya dirancang untuk menghindari deteksi sonar saat tergeletak di dasar laut.




(fyk/fyk)







Hide Ads