Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pakar: Ranjau Laut Iran di Selat Hormuz Sulit Dibersihkan AS

Pakar: Ranjau Laut Iran di Selat Hormuz Sulit Dibersihkan AS


Fino Yurio Kristo - detikInet

Ranjau Laut Ditemukan di Pantai Amerika
Ranjau laut. Foto: (dok. Broward County Sheriff's Office)
Jakarta -

Tak lama setelah perang dimulai, dua narasumber terkait intelijen Amerika Serikat mengatakan kepada CNN bahwa Iran mulai memasang sejumlah ranjau di Selat Hormuz. Dalam laporan terbaru, ranjau laut yang ditebar Iran disebut sulit dilacak dan membahayakan kapal yang melintas.

Dua kapal perusak AS, USS Michael Murphy dan USS Frank E. Peterson, melewati selat tersebut akhir pekan lalu. Namun menurut Carl Schuster, mantan kapten Angkatan Laut AS, kecil kemungkinan mereka melakukan pembersihan ranjau secara efektif, karena kapal-kapal tersebut bukan platform utama untuk tugas tersebut.

Besar kemungkinan kapal perusak tersebut melewati selat untuk mendemonstrasikan navigasi di sana masih memungkinkan dan tak ada ranjau berbahaya di lokasi tersebut. Menurut Schuster, pekerjaan penyapuan ranjau yang sebenarnya lebih mungkin dilakukan oleh drone bawah air, kapal tempur pesisir yang dilengkapi teknologi penanggulangan ranjau, serta helikopter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Ranjau hadir dalam berbagai bentuk dan menurutnya, beberapa jenis mungkin sulit terdeteksi. Dikutip detikINET dari CNN, antara jenis ranjau yang bisa dikerahkan Iran di selat tersebut adalah:

  • Ranjau kontak berduri: seperti terlihat dalam film-bertema Perang Dunia II.
  • Ranjau pengaruh: dipicu listrik statis yang dihasilkan kapal saat bergerak melalui air asin.
  • Ranjau magnetik: bereaksi terhadap perubahan "jejak magnetik" di air saat kapal melintas.
  • Ranjau akustik: bereaksi terhadap suara yang dihasilkan kapal saat melintas di atasnya.
  • Ranjau tekanan: meledak ketika tekanan air berubah ke tingkat tertentu yang diukur ranjau tersebut sebagai jenis kapal yang menjadi target sasarannya.

Beberapa ranjau kompleks mengandung kombinasi dari jenis-jenis di atas, sehingga sulit ditanggulangi. Selain itu, beberapa ranjau canggih memiliki penghitung yang membiarkan sejumlah kapal lewat terlebih dahulu sebelum akhirnya meledak.

Schuster menjelaskan ranjau laut ditanggulangi dengan dua cara utama yaitu penyapuan dan pemburuan. Untuk ranjau jangkar, penyapuan menggunakan mekanisme yang memotong kabel pengikat ranjau ke dasar laut. Ranjau tersebut kemudian mengapung ke permukaan untuk dihancurkan.

Untuk ranjau dasar laut, kapal penyapu ranjau menarik peralatan yang dapat meniru jejak akustik, listrik, atau magnetik kapal guna meledakkannya dengan aman. Namun, teknik penyapuan tidak mempan terhadap ranjau kompleks dan ranjau tekanan. Ranjau jenis ini dapat dideteksi sonar drone bawah air atau laser yang dipasang pada drone atau helikopter, kemudian dihancurkan dengan aman.

AL AS telah memensiunkan empat kapal penyapu ranjau khususnya yang bermarkas di Bahrain tahun lalu. Tugas penyapuan ranjau dialihkan ke tiga kapal tempur pesisir yang dilengkapi paket penanggulangan ranjau, namun lokasi kapal tersebut tidak diungkapkan. Dua di antaranya terlihat di Singapura bulan lalu.

Analis menilai AS mungkin harus meminta bantuan pihak luar untuk menyapu ranjau secara menyeluruh di Selat Hormuz. "Ini adalah bidang di mana Angkatan Laut AS kemungkinan besar akan lebih mengandalkan sekutu dan mitra daripada yang diperkirakan orang," ujar Alessio Patalano, profesor perang dan strategi di King's College London.




(fyk/afr)
TAGS




Hide Ads