Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Usaha AS Jinakkan Ranjau Laut Mematikan di Selat Hormuz

Usaha AS Jinakkan Ranjau Laut Mematikan di Selat Hormuz


Fino Yurio Kristo - detikInet

A vessel at the Strait of Hormuz, off the coast of Oman’s Musandam province, April 12, 2026. REUTERS
Kapal di Selat Hormuz. Foto: REUTERS/Stringer
Jakarta -

Angkatan Laut Amerika Serikat berencana menggunakan drone bawah air dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari upaya untuk membersihkan ranjau laut Iran dari Selat Hormuz, seperti diumumkan oleh Komando Pusat AS (US Central Command/Centcom).

Selat tersebut sangat krusial bagi ekspor minyak dari Timur Tengah. Bulan lalu, New York Times melaporkan pasukan Iran menggunakan perahu-perahu kecil untuk menebar ranjau di Selat Hormuz. Terbaru, media tersebut melaporkan pihak Iran tak dapat menemukan semua ranjau yang mereka pasang dan tidak punya kapasitas untuk menyingkirkannya.

Centcom mengumumkan mulai menyiapkan kondisi untuk membersihkan ranjau laut dengan berbagai teknologi. Mereka menyatakan bahwa kapal perusak berpeluru kendali USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy transit di Selat Hormuz untuk memastikan bahwa selat tersebut benar-benar bersih dari ranjau laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini, kami memulai proses membangun jalur pelayaran baru dan kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim guna mendorong kelancaran arus perdagangan," kata mereka yang dikutip detikINET dari Defense Scoop.

Disebutkan bahwa tambahan pasukan AS, termasuk drone bawah air, akan bergabung dalam upaya pembersihan ini dalam beberapa hari ke depan. Tak dirinci kendaraan bawah air tak berawak (UUV) jenis apa yang akan dilibatkan.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan di Truth Social, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia memerintahkan Angkatan Laut untuk memberlakukan blokade di sekitar Selat Hormuz. Itu terkait negosiator Iran yang bertemu dengan pejabat senior AS di Pakistan akhir pekan ini tidak menyetujui tuntutan Amerika terkait program nuklir Teheran.

Salah satu drone bawah air yang berpotensi digunakan untuk operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz adalah Knifefish. Drone ini dibuat General Dynamics dan dirancang untuk dikerahkan dari Kapal Tempur Pesisir.

"UUV Knifefish memberi kemampuan perburuan ranjau yang lebih canggih dengan mendeteksi, mengklasifikasikan, dan mengidentifikasi ranjau yang terkubur maupun ranjau di lingkungan dengan tingkat gangguan yang tinggi," menurut situs web perusahaan.

"Tugas Knifefish adalah mendeteksi, menghindari, dan mengidentifikasi ancaman ranjau, mengurangi risiko terhadap personel dengan beroperasi di medan ranjau sebagai sensor eksternal sementara kapal induknya tetap berada di luar batas medan ranjau. Knifefish juga mengumpulkan data lingkungan untuk memberikan dukungan intelijen," imbuhnya.




(fyk/rns)
TAGS




Hide Ads