×
Ad

Rudal Korut Makin Mengerikan, Korsel Siapkan 'Iron Dome'

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 09 Apr 2026 05:45 WIB
Sistem pertahanan Iron Dome. Foto: AFP/JALAA MAREY
Jakarta -

Menghadapi ancaman konstan dari Korea Utara, Korea Selatan terus mengembangkan teknologi persenjataan. Negeri Ginseng itu akan memajukan pengerahan sistem pencegat buatan dalam negeri yang mirip dengan Iron Dome milik Israel menjadi dua tahun lebih awal dari rencana semula.

Menurut badan pengadaan senjata negara tersebut, kehadiran senjata baru itu diharapkan membuat Korsel lebih mumpuni dalam menangkal ancaman artileri jarak jauh dari Korea Utara.

Defense Acquisition Program Administration (DAPA) menyebut akan berupaya mengerahkan prototipe sistem Pertahanan Rudal Ketinggian Rendah (Low-Altitude Missile Defense/LAMD) yang dirancang untuk mencegat peluru artileri yang datang secara bersamaan pada tahun 2029.

Seperti dikutip detikINET dari Korea Times, keputusan tersebut telah disetujui dalam pertemuan komite lintas pemerintah.

Sistem LAMD yang terdiri dari radar, komponen komunikasi taktis, peluncur, dan pencegat, dirancang untuk mencegat artileri jarak jauh Korea Utara yang ditembakkan dalam jumlah besar pada ketinggian rendah dan jarak pendek.

Para pejabat mengatakan sistem ini dimaksudkan untuk mengungguli teknologi Iron Dome Israel dengan kemampuan untuk mencegat lebih banyak target yang datang secara bersamaan.

Pemerintah berencana menginvestasikan 842 miliar won untuk mengembangkan sistem LAMD hingga tahun 2030. Awalnya, DAPA menargetkan pengerahan sistem LAMD ini pada tahun 2031, namun mereka memutuskan untuk memajukannya di tengah meningkatnya ancaman dari sistem peluncur roket ganda Korea Utara.

Sistem artileri jarak jauh Korea Utara memang menjadi ancaman bagi kota Seoul dan wilayah sekitarnya yang lebih luas. Tempat tinggal bagi sekitar separuh dari 51 juta penduduk Korea Selatan pun berada dalam jangkauan serangannya.

Secara terpisah, komite tersebut juga menyetujui rencana pengadaan pencegat rudal balistik SM-3 dari Amerika Serikat pada tahun 2031 dengan biaya 753 miliar won (sekitar USD 565 juta). Rudal-rudal tersebut akan ditempatkan pada kapal perusak kelas King Jeongjo Aegis.



Simak Video "Video Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Disambut Upacara Kenegaraan di Blue House"

(fyk/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork