Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Iran Debut Teknologi Rudal Kembar, Israel Terancam Kewalahan

Iran Debut Teknologi Rudal Kembar, Israel Terancam Kewalahan


Adi Fida Rahman - detikInet

Persenjataan Iran
Iran Debut Teknologi Rudal Kembar, Israel Terancam Kewalahan Foto: Tasnim News Agency
Jakarta -

Iran memperkenalkan teknologi peluncur rudal kembar (twin-missile launch system) dalam serangan balasan terbaru terhadap Israel. Inovasi ini bukan soal rudal baru, melainkan cara peluncuran yang lebih efisien - dan berpotensi membanjiri sistem pertahanan udara berlapis milik Israel.

Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut langkah ini sebagai "fase baru" dalam strategi serangan mereka. Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi, bahkan menegaskan: "Dengan peluncur kembar rudal Fateh dan Kheibar Shekan yang telah diperbarui, semua serangan sebelumnya dikalikan dua."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT



Satu Peluncur, Dua Rudal Sekaligus

Berbeda dari peluncur konvensional yang hanya menembakkan satu rudal per siklus, sistem kembar ini memungkinkan dua rudal diluncurkan hampir bersamaan dari satu platform - tanpa perlu menambah jumlah kendaraan peluncur.

Dua rudal yang digunakan dalam skema ini:

  • Fateh series - rudal balistik bahan bakar padat dengan presisi tinggi, efektif untuk jarak pendek hingga menengah.
  • Kheibar Shekan - rudal balistik jarak menengah (MRBM) buatan IRGC dengan jangkauan hingga 1.450 km. Rudal sepanjang 11,4 meter ini dirancang membawa hulu ledak seberat 550 kilogram dan dilengkapi kemampuan manuver di fase terminal untuk menghindari intersepsi.

Sistem ini juga mengandalkan konsep shoot-and-scoot - meluncurkan rudal dengan cepat lalu segera berpindah posisi sebelum terdeteksi atau diserang balik. Peluncurnya dipasang pada sasis truk komersial beroda 10 yang bisa disamarkan sebagai kendaraan sipil biasa.

Kenapa Ini Mengkhawatirkan?

Keunggulan utama sistem peluncur kembar bukan pada rudal itu sendiri, melainkan pada efisiensi dan volume serangan yang dihasilkan.

Israel mengandalkan sistem pertahanan berlapis - Iron Dome, David's Sling, hingga Arrow - namun setiap lapisan memiliki kapasitas intersepsi yang terbatas. Ketika jumlah rudal yang datang melonjak drastis dalam waktu singkat, sistem berlapis ini berisiko overload.

Persenjataan IranPersenjataan Iran Foto: Tasnim News Agency

Situasi ini diperparah oleh penggunaan hulu ledak cluster munition. Hulu ledak ini membelah di ketinggian sekitar tujuh kilometer sebelum mendarat, menyebarkan puluhan munisi lebih kecil ke area yang luas. Satu target besar tiba-tiba berubah menjadi puluhan target kecil - memperberat kerja sistem intersepsi secara signifikan.

Faktor lain yang mempersulit pertahanan Israel adalah kecepatan persiapan peluncuran. Rudal berbahan bakar padat seperti Kheibar Shekan memangkas waktu persiapan secara drastis dibanding rudal berbahan bakar cair generasi lama, sehingga sistem radar Israel punya lebih sedikit waktu untuk merespons.



Militer Israel menyatakan sebagian besar rudal masih berhasil dicegat, namun mengakui adanya tekanan pada sistem pertahanan akibat meningkatnya intensitas serangan. Ada laporan kerusakan di beberapa lokasi dan korban sipil akibat pecahan munisi yang lolos.

Di sisi lain, kampanye penghancuran infrastruktur peluncur Iran oleh AS dan Israel terus berjalan. Serangan udara gabungan diklaim berhasil menekan jumlah peluncuran harian rudal Iran secara signifikan.

Namun justru di sinilah relevansi sistem kembar ini: dengan jumlah peluncur yang lebih sedikit, Iran tetap bisa mempertahankan volume serangan.

Analis militer menilai pendekatan ini cukup signifikan - bukan karena teknologinya revolusioner, melainkan karena logikanya sederhana dan sulit dikounter secara cepat. Iran tidak perlu mengembangkan rudal generasi baru; cukup memaksimalkan yang sudah ada dengan cara peluncuran yang lebih agresif.

Namun skeptisisme tetap ada. Sejumlah pengamat mempertanyakan apakah sistem ini benar-benar baru atau hanya variasi dari peluncur mobile yang sudah lama dimiliki Iran.

Klaim IRGC soal jumlah target yang berhasil dihantam juga belum bisa diverifikasi secara independen. Yang jelas, debut sistem peluncur kembar ini menunjukkan satu hal: di tengah tekanan militer yang intens, Iran terus beradaptasi secara taktis untuk menjaga daya serangnya tetap relevan, demikian dilansir dari The Times of India.




(afr/afr)








Hide Ads