Motorola Razr Fold resmi masuk pasar Indonesia dengan membawa sejumlah fitur yang dirancang untuk menantang ponsel layar lipat premium dari merek lain.
Motorola mengandalkan kamera dengan peringkat tinggi, baterai 6.000 mAh, layar sangat terang, performa flagship, hingga fitur multitasking yang dioptimalkan untuk layar lipat.
Product Portfolio Head Motorola Indonesia Zulfahmi mengatakan setiap produk yang dibawa ke Indonesia telah melalui pertimbangan matang. "Kami sangat percaya diri meluncurkan Motorola Razr Fold. Salah satu alasannya adalah kualitas kameranya," ujarnya dalam acara peluncuran Motorola Razr Fold di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7 Keunggulan Motorola Razr Fold
Berikut tujuh keunggulan Motorola Razr Fold yang menjadi senjata utamanya menghadapi kompetitor.
1. Kamera Foldable dengan Skor DXOMARK 164
Keunggulan pertama Motorola Razr Fold terletak pada sistem kameranya. Motorola mengklaim perangkat ini menempati posisi pertama dalam kategori smartphone foldable dan flip berdasarkan pengujian DXOMARK.
Motorola Razr Fold mencatat skor kamera 164. Sistem kameranya terdiri dari tiga sensor beresolusi 50 MP.
Kamera Motorola Razr Fold Foto: Adi FR/detikINET |
Kamera utama menggunakan sensor Sony LYTIA 828, sedangkan kamera telefoto periskop memakai sensor Sony LYTIA 600. Perangkat ini juga dilengkapi kamera ultrawide 50 MP.
"Kami menyebutnya sebagai flagship foldable camera system," kata Zulfahmi.
Menurutnya, Motorola tidak ingin konsumen harus mengorbankan kualitas kamera hanya karena memilih smartphone layar lipat.
2. Rekam Video 8K dengan Dolby Vision
Motorola Razr Fold mendukung perekaman video hingga resolusi 8K menggunakan kamera utama. Seluruh sensor kameranya juga dapat merekam video hingga resolusi 4K. Perangkat ini turut mendukung perekaman video slow motion 4K pada 120 fps.
Fitur yang cukup jarang ditemukan pada ponsel flagship adalah dukungan Dolby Vision. Teknologi tersebut tersedia pada kamera utama dan kamera periskop Motorola Razr Fold.
Motorola mengklaim kombinasi Dolby Vision dan sensor Sony LYTIA 828 menghasilkan dynamic range hingga enam kali lebih luas dibandingkan sistem kamera pada umumnya.
Kemampuan zoom-nya mencakup lossless zoom hingga 6 kali dan hybrid zoom hingga 100 kali. Kamera juga telah dilengkapi OIS dan autofocus.
Motorola Razr Fold Foto: Adi FR/detikINET |
3. Baterai Jumbo 6.000 mAh
Motorola Razr Fold dibekali baterai berkapasitas 6.000 mAh. Kapasitas ini lebih besar dibandingkan banyak smartphone layar lipat premium yang umumnya masih menggunakan baterai sekitar 4.800-5.000 mAh.
"Ketika kami memberikan baterai 6.000 mAh, kapasitas tersebut akan terus memberikan manfaat selama perangkat digunakan," jelas Zulfahmi.
Baterai tersebut mendukung pengisian cepat kabel 80 watt dan pengisian daya nirkabel 50 watt.
Motorola menilai kapasitas baterai menjadi salah satu komponen yang sulit digantikan oleh layanan tambahan. Karena itu, perusahaan memprioritaskan baterai besar dibandingkan menambah kapasitas penyimpanan.
4. Layar Cover 165 Hz, Lebih Mulus dari Kompetitor
Motorola Razr Fold dibekali layar cover pOLED berukuran 6,6 inci dengan refresh rate hingga 165 Hz. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan sejumlah ponsel lipat kompetitor yang masih menawarkan refresh rate 120 Hz.
Refresh rate 165 Hz membuat animasi, perpindahan menu, scrolling media sosial, dan pengalaman bermain game terasa lebih mulus. Layar luar ini juga memiliki resolusi 2.520 x 1.080 piksel, rasio 21:9, serta tingkat kecerahan puncak hingga 6.000 nit.
Motorola Razr Fold Foto: Adi FR/detikINET |
Motorola turut menyematkan dukungan Dolby Vision, HDR10+, cakupan warna 100% DCI-P3, dan panel 10-bit. Layar cover dilindungi Corning Gorilla Glass Ceramic 3 untuk meningkatkan ketahanannya terhadap goresan dan benturan.
Saat perangkat dibuka, pengguna disuguhkan layar utama LTPO 2K berukuran 8,1 inci dengan refresh rate 120 Hz. Layar internal tersebut memiliki resolusi 2.484 x 2.232 piksel dan tingkat kecerahan puncak hingga 6.200 nit.
"Kombinasi layar cover 165 Hz dan layar utama 6.200 nit menjadi salah satu senjata Motorola Razr Fold untuk bersaing di kelas ponsel lipat premium," klaim Zulfahmi.
5. Engsel Titanium dan Perlindungan Air
Engsel menjadi salah satu bagian yang sering dikhawatirkan konsumen ketika membeli smartphone layar lipat. Motorola Razr Fold menggunakan titanium-reinforced hinge atau engsel yang diperkuat material titanium. Konstruksi tersebut dirancang untuk meningkatkan daya tahan perangkat dalam pemakaian sehari-hari.
Razr Fold juga memiliki perlindungan terhadap air, termasuk saat terkena tekanan air maupun perendaman.
Motorola menyertakan protective case di dalam kotak penjualan. Case tersebut memiliki bagian tepi yang lebih tinggi untuk melindungi layar dan modul kamera saat perangkat diletakkan di atas meja.
Motorola Razr Fold Foto: Adi FR/detikINET |
6. Performa Snapdragon 8 Gen 5
Dari sisi performa, Motorola Razr Fold ditenagai chipset Snapdragon 8 Gen 5. Chipset tersebut dipadukan dengan RAM LPDDR5X 12 GB dan penyimpanan internal UFS 4.1 berkapasitas 256 GB.
Motorola mengklaim skor AnTuTu perangkat ini mencapai sekitar 3,2 juta poin. Untuk menjaga suhu tetap stabil, Motorola membekalinya dengan vapor chamber seluas sekitar 6.200 milimeter persegi.
Pemrosesan kecerdasan buatan juga dapat dilakukan langsung di perangkat. Moto AI telah terintegrasi dengan Gemini untuk membantu pengguna menjalankan sejumlah fungsi berbasis AI.
7. Multitasking dan Mode Laptop
Layar besar Motorola Razr Fold dapat digunakan untuk membuka dua aplikasi secara berdampingan melalui fitur side-by-side view. Pengguna juga dapat membuka aplikasi dalam bentuk free window, mengubah ukuran jendela, serta memindahkannya sesuai kebutuhan.
Split screen dapat diaktifkan menggunakan gestur tiga jari. Posisi pembagian layar dapat diatur secara horizontal maupun vertikal. Motorola Razr Fold juga memiliki mode laptop. Ketika perangkat dilipat sebagian dan diletakkan di atas meja, bagian atas layar dapat menampilkan video atau dokumen.
Bagian bawah layar kemudian dapat berubah menjadi panel kontrol, papan ketik, atau trackpad. Perangkat mampu mendeteksi sudut lipatan secara otomatis dan menyesuaikan tampilan berdasarkan posisi penggunaannya.
Motorola juga menghadirkan Sound by Bose dan Dolby Atmos untuk meningkatkan kualitas audio saat menonton film, mendengarkan musik, atau bermain game.
Motorola Razr Fold Foto: Adi FR/detikINET |
Harga Motorola Razr Fold
Motorola Razr Fold dijual di Indonesia dengan harga sekitar Rp25,5 juta. Perangkat ini tersedia dalam dua pilihan warna, salah satunya Pantone Deli White dengan silk-inspired finish.
Pada periode promosi 13-20 Juli 2026, konsumen bisa memperoleh keuntungan dengan nilai total hingga Rp10,7 juta. Bonus tersebut mencakup Moto Watch, Moto Buds, paket data XL hingga 120 GB, voucher hotel Mister Aladin Rp800.000, layanan hiburan premium, langganan layanan digital, dan perlindungan layar dari keretakan.
"Dengan baterai 6.000 mAh, sensor kamera yang mendapatkan pengakuan DXOMARK, serta layar dengan tingkat kecerahan tinggi, kami percaya Motorola Razr Fold memiliki posisi yang sangat kompetitif," pungkas Zulfahmi.
(afr/afr)






