Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bukan April Mop! Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Bastoni Dihujat

Bukan April Mop! Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Bastoni Dihujat


Adi Fida Rahman - detikInet

ZENICA, BOSNIA AND HERZEGOVINA - MARCH 31:  Players of Italy reacts at the end of the FIFA World Cup 2026 European Qualifiers KO play-offs  match between Bosnia & Herzegovina and Italy at Stadion Bilino Polje on March 31, 2026 in Zenica, Bosnia and Herzegovina. (Photo by Claudio Villa - FIGC/FIGC via Getty Images)
Bukan April Mop! Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Bastoni Dihujat Foto: FIGC via Getty Images/Claudio Villa - FIGC
Daftar Isi
Jakarta -

Ini bukan lelucon April Mop. Timnas Italia benar-benar kembali gagal lolos ke Piala Dunia 2026, dan kabar ini langsung membuat dunia sepak bola gempar.

Gli Azzurri dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis dari Bosnia and Herzegovina di final playoff kualifikasi zona Eropa, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

Kekalahan ini bukan sekadar hasil buruk. Ini menjadi catatan kelam dalam sejarah Italia, karena untuk pertama kalinya mereka absen di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun-2018, 2022, dan kini 2026. Sebuah kenyataan pahit bagi tim yang pernah empat kali menjadi juara dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Kartu Merah Bastoni Ubah Segalanya

Dilansir dari detikSport, laga yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, sebenarnya berjalan cukup menjanjikan bagi Italia. Mereka sempat unggul lebih dulu lewat gol Moise Kean di babak pertama.

Namun, momentum berubah drastis menjelang turun minum. Bek andalan Alessandro Bastoni diganjar kartu merah langsung oleh wasit Clement Turpin setelah melakukan pelanggaran keras yang dianggap sebagai "last man foul".

Keputusan itu menjadi titik balik pertandingan. Italia dipaksa bermain dengan 10 orang sepanjang babak kedua, membuat tekanan dari Bosnia semakin intens.

Meski bertahan dengan gigih, Italia akhirnya kebobolan dan skor menjadi 1-1 hingga waktu normal berakhir. Pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti-dan di sinilah petaka terjadi.

Bosnia tampil lebih tenang dan efektif, menang dengan skor 4-1 di babak tos-tosan. Tiket ke Piala Dunia pun resmi menjadi milik mereka.

Warganet Shock, Bastoni Jadi Sasaran

Tak butuh waktu lama, media sosial langsung meledak. Nama Bastoni menjadi trending dan disorot sebagai sosok yang dianggap paling bertanggung jawab atas kegagalan Italia.

Banyak warganet, termasuk dari Indonesia, mengaku shock berat melihat hasil ini. Komentar bernada kecewa hingga amarah membanjiri platform seperti X (Twitter), Instagram, hingga TikTok.

"Sungguh ironis, negara dengan jumlah trofi Piala Dunia terbanyak kedua bersama Jerman (4) sudah 3 kali berturut-turut gagal lolos ke Piala Dunia. Ada apa dengan talenta Italia?" ujar akun @idextratime.

"Seperti April mop tapi bukan. Ini realita dimana Italia kalah melawan Bosnia dan gagal lolos ke piala dunia untuk kedua kalinya secara beruntun," kata @yoi1671095.

"Padahal peserta Piala Dunia bertambah, tapi Italia tetap ngak lolos," ujar @ariefikhsanudin.

"Menit 40, unggul 1-0, bukannya Goal Kick pakai umpan mendatar jarak dekat malah umpan lambung, Habis itu Bastoni juga ngawur takelnya, emang gak layak lolos Piala Dunia," kata
@anggaimaginer.

"Inter pemainnya sampah, udh bener harusnya kemarin fans minta Bastoni gak dipanggil, udh gitu si Pio malah gagal penalti lagi. dasar inter merda wkwk," tulis @_cranberries1.

Kutukan Playoff Italia Berlanjut

Kegagalan ini memperpanjang tren buruk Italia di jalur playoff. Sebelumnya, mereka juga tersingkir di fase yang sama pada 2018 oleh Swedia dan 2022 oleh Makedonia Utara.

Padahal, Italia sempat menunjukkan harapan dengan menyingkirkan Irlandia Utara di semifinal playoff. Namun di laga penentuan, skenario buruk kembali terulang.

Banyak pengamat mulai menyebut adanya "kutukan playoff" yang menghantui Azzurri. Selain itu, kritik terhadap regenerasi pemain, strategi, hingga pemilihan skuad kembali mencuat.

Kegagalan ini juga membuka tanda tanya besar soal masa depan timnas Italia. Pelatih Gennaro Gattuso kini berada di bawah tekanan besar, dengan spekulasi soal posisinya mulai bermunculan.

Sementara itu, generasi pemain saat ini-termasuk Gianluigi Donnarumma dan kawan-kawan-harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka kembali gagal tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

Bagi para penggemar, rasa kecewa ini terasa mendalam. Italia bukan sekadar tim besar, tapi juga simbol sejarah panjang sepak bola dunia.

Kini, harapan satu-satunya adalah proses rebuild total agar Azzurri bisa bangkit dan kembali ke tempat yang seharusnya.

Namun untuk saat ini, satu hal yang pasti: dunia sepak bola kembali kehilangan salah satu raksasanya di Piala Dunia 2026.




(afr/afr)








Hide Ads