Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dari MacBook Putih Kuliah, Berujung 20 Tahun Jadi Apple Fanboy

Dari MacBook Putih Kuliah, Berujung 20 Tahun Jadi Apple Fanboy


Adi Fida Rahman - detikInet

Bagus Hernawan
Dari MacBook Putih Kuliah, Berujung 20 Tahun Jadi Apple Fanboy. Foto: doc Pribadi
Jakarta -

Di momen Apple merayakan usianya yang ke-50, kisah para pengguna setianya ikut menjadi sorotan. Banyak yang bertanya: siapa yang setia menemani perjalanan brand asal Cupertino ini di Indonesia?

Salah satunya adalah Bagus Hernawan, pria yang kini dikenal sebagai Apple enthusiast dan mengelola Appleisme.id. Menariknya, perjalanannya bersama Apple tidak dimulai dari pilihan sendiri, melainkan dari sebuah hadiah orang tua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

MacBook Hadiah Orang Tua yang Mengubah Segalanya

Tahun 2006, Bagus menerima MacBook White dengan prosesor Intel Core 2 Duo dari orang tuanya untuk kebutuhan kuliah. Tipe serinya MB403-angka yang begitu berkesan hingga diabadikan menjadi username Twitter-nya, @bhaguz_403, yang masih aktif sampai sekarang.

"Waktu pertama kali menggunakan Mac itu langsung amaze banget, karena sudah bisa dipakai begitu unboxing. Sistem operasi sudah terinstal, tinggal bikin Apple ID dan semuanya siap dipakai," kenangnya saat berbincang dengan detikINET.

Pengalaman "langsung pakai" itu menjadi pembeda besar di zamannya. Tanpa instalasi rumit, tanpa setup panjang-semuanya terasa instan dan seamless. Rasa penasaran pun berubah menjadi ketertarikan yang makin dalam.

Bagus HernawanBagus Hernawan Foto: doc Pribadi

Sampailah pada produk Apple pertama yang ia beli dengan uang sendiri. Perangkat tersebut adalah iPod Touch generasi keempat.

Niatnya sederhana belajar membuat aplikasi iOS untuk skripsi. Namun rencana itu kandas karena sulitnya mencari mentor programmer iOS pada masa tersebut.

Yang justru memperdalam ketertarikannya pada ekosistem Apple adalah sang dosen. Dalam mata kuliah Sistem Operasi, dosennya yang menggunakan MacBook Black berpesan: "Kalian sebagai mahasiswa Teknologi Informatika harusnya explore banyak sistem operasi."

Sejak itulah Bagus mulai serius menggali dunia Mac.

Ironi Manis: Menulis Macintosh di Majalah 'PC'

Mengejutkannya, sebelum memiliki MacBook, Bagus sudah lebih dulu bergabung dengan forum Mac Club Indonesia-komunitas pengguna Apple yang menjadi rumah digitalnya selama hampir dua dekade.

Dari forum itu ia belajar dan berbagi, hingga akhirnya aktif di dunia offline. Kopdar dan gathering rutin digelar di berbagai kota seperti Jakarta dan Surabaya.

Saat tinggal di Yogyakarta, Bagus berinisiatif menggelar gathering lokal. Pertemuan pertamanya hanya dihadiri empat orang, namun menjadi awal dari komunitas yang terus berkembang.

Bagus HernawanKomunitas Mac Club Indonesia Foto: doc Pribadi

Keaktifannya membuat ia dipercaya menjadi "kepala suku" Mac Club Indonesia regional Yogyakarta oleh moderator forum. Puncaknya, pada 2010 ia berhasil menggelar Gathering Nasional Mac Club Indonesia yang dihadiri sekitar 50 anggota dari berbagai kota.

Menjelang lulus kuliah, Bagus mulai mencari penghasilan tambahan sebagai penulis lepas. Ia bergabung dengan majalah PC Plus-dan menemukan ironi yang tak terlupakan.

"Lucunya, saya menulis tentang Macintosh di majalah yang namanya PC," katanya sambil tersenyum.

Namun pengalaman itu justru menjadi batu loncatan. Saat melamar ke MakeMac, ia membawa tulisan tersebut sebagai portofolio.

Keputusan itu terbukti tepat. Ia diterima dan memulai karier di dunia media teknologi. Dari MakeMac, ia kemudian menjabat Editor in Chief, sebelum akhirnya mengelola Appleisme.id sebagai platform enthusiast independen.

Momen Paling Berkesan Bukan Peluncuran iPhone

Selama 20 tahun menjadi Apple fanboy, tentu banyak momen berkesan. Salah satu yang unik adalah kebiasaannya membeli iPhone baru setiap tahun di Apple Store-dengan satu "ritual" khusus.

Ia selalu mengenakan kaus bergambar Steve Jobs.

"Saya ajak Steve Jobs untuk lihat iPhone terbaru," ujarnya sambil tertawa, menirukan respons khas Apple Genius yang sering mengajaknya berbincang.

Bagus HernawanBagus Hernawan mengenakan kaos Steve Jobs Foto: doc Pribadi

Namun, momen paling membekas justru datang dari layanan Apple.

Saat Apple mengumumkan program recall iPod Nano generasi pertama karena masalah baterai, Bagus ikut serta. Padahal perangkat yang ia miliki sudah rusak dan hanya dijadikan pajangan.

Tak disangka, Apple menggantinya dengan iPod Nano generasi keenam-gratis.

"Padahal jarak rilisnya jauh banget. Tapi Apple tetap mengutamakan pelanggan," katanya.

Dari Jualan Iseng hingga Viral di Twitter

Tak banyak yang tahu, Bagus juga sudah lama berjualan aksesori Apple sejak kuliah. Awalnya sekadar membantu teman.

Namun saat pindah ke Jakarta, aksesnya ke pasar Apple semakin luas. Ia mulai mengenal jaringan penjual, produk non-authorized, hingga jasa servis.

Puncaknya terjadi saat pandemi.

Ketika toko-toko di Mangga Dua dan ITC tutup akibat PSBB, banyak orang mencari MacBook bekas untuk kebutuhan kerja dan kuliah online. Bagus melihat peluang itu.

Ia memotret produk dari temannya, lalu mengunggahnya ke Twitter. Hasilnya di luar dugaan-postingannya viral.

Bagus HernawanBagus menjual produk second Apple Foto: doc Pribadi

Sejak saat itu, aktivitas jual beli produk Apple menjadi rutinitas yang terus berjalan hingga sekarang.

Dengan pengalaman panjang di pasar Apple second, Bagus punya dua tips penting:

Pertama, pastikan akun pemilik lama sudah sign out. Kedua, cek kondisi layar dengan teliti.

"Harga perbaikan layar biasanya mahal sekali," tegasnya.

Dua hal ini, menurutnya, adalah filter paling krusial sebelum membeli perangkat Apple bekas.

Bagus HernawanBagus Hernawan bersama tech reviewer Foto: doc Pribadi

20 Tahun yang Tak Terasa

Kini, di usia Apple yang ke-50, Bagus masih berada di jalur yang sama-menulis, berbagi, berjualan, dan menjaga komunitas yang ia bantu tumbuhkan sejak awal.

Bukan karena tren. Bukan juga karena sekadar suka.

Tapi karena perjalanan itu sudah menjadi bagian dari hidupnya. Dan semuanya, dimulai dari satu MacBook putih untuk kuliah.




(afr/afr)








Hide Ads
LIVE