Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Iran Bantah Serang Diego Garcia, Rudal 4.000 Km Jadi Sorotan

Iran Bantah Serang Diego Garcia, Rudal 4.000 Km Jadi Sorotan


Fino Yurio Kristo - detikInet

A ballistic missile is launched and tested in an undisclosed location, Iran, in this handout photo released by the official website of Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) on March 8, 2016. REUTERS/sepahnews.com/Handout via Reuters ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. FOR EDITORIAL USE ONLY.  NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. EDITORIAL USE ONLY. NO RESALES. NO ARCHIVE.
Uji coba rudal balistik Iran. Foto: REUTERS/sepahnews.com/Handout via Reuters
Jakarta -

Iran dituding meluncurkan rudal balistik yang cukup canggih ke pangkalan Diego Garcia yang dioperasikan Inggris dan Amerika Serikat. Dalam perkembangan terbaru, Iran membantah telah menargetkan pangkalan militer di Samudra Hindia itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan tuduhan tersebut mencerminkan pola disinformasi, menyusul pernyataan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte yang menyebutkan aliansinya tidak dapat mengonfirmasi klaim Israel bahwa proyektil yang digunakan adalah rudal balistik antarbenua milik Iran.

"Fakta bahwa Sekretaris Jenderal NATO (yang dikenal sering menekan negara-negara anggota Aliansi agar menuruti AS dan mendukung perang ilegal mereka terhadap Iran) pun menolak membenarkan disinformasi terbaru Israel, sudah menjadi bukti nyata: dunia telah benar-benar muak dengan narasi-narasi palsu usang dan tidak bisa dipercaya ini," tulis Baghaei di X.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dikutip detikINET dari Al Jazeera, sebelumnya sejumlah media AS, termasuk The Wall Street Journal, melaporkan bahwa rudal-rudal tersebut diluncurkan antara Kamis malam hingga Jumat pagi, tetapi gagal menghantam pangkalan Diego Garcia.

Jika Iran terbukti berada di balik serangan tersebut, itu berarti negara tersebut memiliki rudal balistik canggih dengan jangkauan 4.000 km atau lebih, yang mampu mencapai ibu kota Inggris.

Awal bulan ini, dalam wawancara dengan NBC, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, "Kami secara sengaja membatasi jangkauan (rudal) kami di bawah 2.000 km karena kami tidak ingin dianggap sebagai ancaman oleh siapa pun di dunia."

Menteri Pertahanan Inggris John Healey menyatakan dua rudal Iran diluncurkan ke arah Diego Garcia. Berbicara di Parlemen, Healey menyebut satu rudal jatuh sebelum mencapai target dan satu lagi berhasil dijatuhkan.

Adapun Menteri Perumahan Inggris Steve Reed mengatakan Inggris tidak melihat adanya indikasi bahwa Iran berniat atau mampu menjangkau negara tersebut dengan rudal-rudalnya.

Pangkalan udara militer gabungan Inggris-AS tersebut merupakan pangkalan bagi hampir 2.500 personel yang sebagian besar warga Amerika, dan telah mendukung berbagai operasi militer AS mulai dari Vietnam hingga Irak dan Afghanistan, serta serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman.

Kepala Militer Israel, Eyal Zamir, mengklaim bahwa Iran menggunakan rudal balistik antarbenua dua tahap dengan jangkauan 4.000 km untuk menargetkan Diego Garcia.

Israel, sekutu dekat AS, menuding program rudal dan nuklir Iran merupakan ancaman dan beberapa dekade melobi AS melakukan intervensi militer. Namun, pemerintahan AS yang silih berganti selalu menahan diri dari tekanan untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran. Namun kini, AS akhirnya menyerang Iran.




(fyk/afr)






Hide Ads