Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Benarkah Rudal Iran Bisa Jangkau London? Ini Kata Pemerintah Inggris

Benarkah Rudal Iran Bisa Jangkau London? Ini Kata Pemerintah Inggris


Fino Yurio Kristo - detikInet

Rudal AD-08 Majid milik Iran yang menjatuhkan jet tempur siluman F-35 dari Amerika
Salah satu jenis rudal Iran. Foto: Times of Islamabad
Jakarta -

Serangan Iran ke pangkalan militer Inggris di Diego Garcia menimbulkan pertanyaan seberapa canggih dan jauh rudal negara itu. Bahkan Israel mengklaim rudal Iran bisa saja mencapai Eropa, termasuk Inggris.

Menanggapi kabar ini, pejabat Inggris menyebut klaim Israel bahwa Iran memiliki rudal jarak jauh yang mampu menjangkau London tidak ada buktinya. Menteri Perumahan, Steve Reed, menyebut tidak ada penilaian spesifik yang menunjukkan warga Iran menargetkan Inggris atau mampu melakukannya jika mereka mau.

Pernyataan ini muncul setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim Iran punya senjata dengan daya jangkau hingga 4.000 km. Iran sebelumnya dilaporkan menargetkan pangkalan militer AS-Inggris di Kepulauan Chagos, berjarak sekitar 3.800 km dari Iran, namun gagal mencapai sasaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah berita upaya serangan itu muncul, IDF menyatakan bahwa sejak tahun lalu mereka telah mengungkap niat Teheran untuk mengembangkan rudal yang mampu menjangkau Eropa, Asia, dan Afrika.

Namun Reed menegaskan bahwa tidak ada indikasi Iran menargetkan Inggris atau bahkan mampu melakukannya. "Kami sepenuhnya mampu melindungi negara ini dan menjaganya tetap aman," ujarnya dikutip detikINET dari BBC, Senin (23/3/2026).

ADVERTISEMENT

Senjata dengan jangkauan terjauh dalam persenjataan Iran saat ini diperkirakan memiliki jangkauan maksimal 2.000 km, jauh di bawah jarak menuju Diego Garcia maupun London.

Presiden AS, Donald Trump, mengklaim beberapa hari sebelum AS dan Israel menyerang Iran bahwa Teheran mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan berupaya membuat rudal untuk menyerang AS. Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Iran awal bulan ini menyebut negaranya sengaja membatasi jangkauan rudal pada 2.000 km karena tidak ingin dianggap sebagai ancaman dunia.

Dr. Sidharth Kaushal, peneliti senior di Royal United Services Institute, menjelaskan jangkauan rudal adalah elastis, artinya jika memasang hulu ledak yang lebih ringan, jangkauan dapat diperjauh.

Menurutnya meski mungkin akurat bahwa Iran memiliki rudal yang mampu mencapai Inggris, hal itu bukanlah ancaman paling mendesak. Pasalnya, senjata-senjata itu masih tidak akurat pada jarak jauh dan harus melewati wilayah udara yang dijaga sangat ketat sebelum memasuki wilayah udara Inggris.

"Pertanyaan besarnya adalah terus kenapa? Jika Anda hanya bisa meluncurkan sejumlah kecil rudal balistik bersenjata konvensional melalui wilayah udara yang dijaga ketat dan rudal itu tidak akurat pada jarak yang sangat jauh apa yang ingin dicapai Iran?" ujarnya.




(fyk/hps)




Hide Ads