Pemerintah Amerika Serikat (AS) menggunakan animasi dari game Call of Duty, Killstreak, di video serangannya terhadap Iran. Akun media sosial The White House yang mengunggah video tersebut pun langsung banjir kecaman dari warganet.
Video yang dimaksud berdurasi kurang lebih satu menit. Isinya menampilkan serangkaian serangan AS ke Iran, dengan cuplikan awalnya memperlihatkan bagaimana salah satu karakter di dalam game sedang menggunakan Killstreak, dikutip dari ITVX, Rabu (11/3/2026).
Sedikit informasi, Killstreak di dalam Call of Duty merupakan kemampuan khusus yang bisa diperoleh pemain setelah berhasil membunuh sejumlah musuh secara beruntun tanpa terbunuh. Apabila mengacu mekanisme di dalam game, Killstreak memungkinkan pemain memakai UAV, Air Strike, atau Helikopter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video yang diunggah oleh The White House di X (dulunya Twitter) pada 5 Maret 2026 tersebut, untuk detailnya, animasi ini berasal dari cuplikan game Call of Duty: Modern Warfare III. Tak lupa mereka mempostingnya disertai caption bertuliskan "Courtesy of the Red, White & Blue".
Salah satu pengembang waralaba game ini, Chance Glasco, mengaku tidak terkejut dengan hal itu. Hal ini mengingat timnya pernah menghadapi tekanan untuk membuat game Call of Duty yang berpusat pada serangan Iran terhadap Israel.
"Saya ingat setelah Activision mengambil alih formasi pasca-Respawn, ada tekanan yang sangat canggung dari Activision agar kami membuat CoD berikutnya tentang Iran yang menyerang Israel. Untungnya, sebagian besar pengembang kami merasa jijik dengan ide tersebut dan usulan itu ditolak," ujarnya.
Salah satu pengguna X, Liam Nissan, dengan follower sebanyak 453,2 ribu mengatakan video tersebut memalukan dan meminta si akun untuk segera menghapusnya. Begitu pun dengan akun bernama Liger dengan tegas meminta akun The White House juga dihapus.
"Hidup bukanlah permainan video. Persetan denganmu karena mencoba berpura-pura bahwa itu adalah permainan video. Rakyat Amerika tewas dalam perang untuk para penjahat Epstein dan kau malah memperoloknya. Ini bukan yang dipilih rakyat. Hapus akunmu," tulis Liger.
Hingga artikel ini dibuat, postingannya masih tetap ada dan telah disukai 198 ribu pengguna X, diposting ulang sebanyak 33 ribu kali, disimpang oleh 33 ribu akun, dan dikomentari 11 ribu orang.
Meskipun Gedung Putih tampaknya belum mengomentari klip spesifik ini, mereka sebelumnya telah menanggapi kritik yang lebih luas terhadap strategi media sosial mereka, mencakup penggunaan gambar hasil AI, trolling, dan meme.
"Tidak ada satu pun bagian dalam Konstitusi yang mengatakan bahwa kita tidak boleh mengunggah meme-meme keren," tulisnya di akun X mereka pada bulan Juli.
(hps/fyk)