×
Ad

Drone Murah Iran Lumpuhkan Radar AS Rp 17 Triliun di Qatar?

Adi Fida Rahman - detikInet
Kamis, 05 Mar 2026 07:45 WIB
Drone Murah Iran Lumpuhkan Radar AS Rp 17 Triliun di Qatar?Foto: NDTV
Jakarta -

Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya kembali memanas setelah Teheran mengklaim berhasil melumpuhkan radar peringatan dini milik AS yang bernilai sekitar USD 1,1 miliar atau setara Rp 17 triliun di Qatar. Radar strategis tersebut berada di Pangkalan Udara Al Udeid, instalasi militer terbesar AS di Timur Tengah.

Serangan ini menjadi sorotan karena dilakukan dalam rangkaian serangan balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk setelah operasi militer besar yang dilakukan Washington dan sekutunya terhadap Iran. Target utama adalah infrastruktur sensor dan komunikasi militer yang menjadi "mata dan telinga" sistem pertahanan rudal AS.

Dilansir New York Times, setidaknya tujuh pangkalan militer AS di kawasan Teluk Persia mengalami kerusakan pada infrastruktur komunikasi dan radar dalam rentang akhir Februari hingga awal Maret 2026. Serangan ini terjadi setelah AS dan Israel melancarkan operasi besar-besaran terhadap Iran, termasuk serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Qatar sendiri mengakui bahwa dua rudal balistik Iran berhasil menembus pertahanan dan mengenai area pangkalan Al Udeid, menyebabkan delapan orang terluka akibat pecahan.

Serangan utama menyasar dua aset krusial yang menjadi "mata" dan "telinga" AS di Teluk. Pertama, di Al Udeid Air Base, Qatar, yang merupakan markas terbesar AS di Timur Tengah. Radar AN/FPS-132 Block 5 milik US Space Force menjadi target utama. Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim rudal balistik presisi telah menghancurkannya sepenuhnya.

Kedua, di Markas Fifth Fleet AS di Manama, Bahrain, drone one-way Shahed menghantam radome pelindung antena serta dua terminal SATCOM AN/GSC-52B. Video ledakan yang diverifikasi oleh media internasional menunjukkan struktur putih besar roboh total, sementara citra satelit pasca-serangan memperlihatkan area hangus luas.

Kerusakan serupa dilaporkan di pangkalan-pangkalan AS lainnya seperti di Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, termasuk potensi rusaknya radar THAAD. Estimasi total kerugian AS dalam empat hingga lima hari pertama konflik ini mencapai hampir USD 2 miliar atau sekitar Rp 31 triliun. Analis militer seperti Douglas Macgregor menyebut AS kini "operating blind" atau beroperasi dalam keadaan buta sementara di kawasan Teluk.




(afr/afr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork