Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Trump Semprot Warga AS Penolak Data Center AI: Terancam Miskin

Trump Semprot Warga AS Penolak Data Center AI: Terancam Miskin


Fino Yurio Kristo - detikInet

Data Center Facebook
Ilustrasi data center. Foto: Facebook
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam warga masyarakat yang menentang pembangunan data center baru, di saat Partai Republik menghadapi penolakan pemilih terkait proyek-proyek tersebut menjelang pemilihan paruh waktu bulan November.

"Satu-satunya alasan mengapa masyarakat di seluruh AS tak menginginkan Data Center adalah jika mereka ingin berakhir terbelakang dan miskin," tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.

"Jika mereka ingin sukses dan kaya, dengan pajak yang jauh lebih rendah dan lapangan kerja di mana-mana, biarkan Data Berjaya," kata sang presiden yang dikutip detikINET dari CNBC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kabar baiknya adalah ada banyak tempat lain menginginkannya. Jika kita membunuh Angsa Bertelur Emas ini, kalian hanya bisa menyalahkan diri sendiri. China sangat gembira dengan gerakan anti Pusat Data ini. Sebenarnya, mereka tidak percaya ini sedang terjadi!" tulisnya.

Unggahan Trump muncul hampir sepekan setelah sebuah memo yang dirilis National Republican Senatorial Committee (NRSC) memperingatkan "Jika persepsi pemilih tentang data center tidak segera diperbaiki, kampanye menentang data center ini akan meluas jauh melampaui Ohio."

ADVERTISEMENT

NRSC mengatakan jajak pendapat internal di negara bagian tersebut menunjukkan Senator dari Partai Republik, Jon Husted, bersaing ketat dengan penantang dari Partai Demokrat, Sherrod Brown, dalam pemilihan khusus untuk mengisi sisa masa jabatan kursi yang ditinggalkan Wakil Presiden JD Vance.

Pada Mei, Gallup menyatakan survei yang dilakukan bulan Maret menemukan tujuh dari 10 orang Amerika menentang pembangunan data center AI di daerah mereka, termasuk hampir setengahnya, 48%, sangat menentang.

Pada 28 Agustus, Wolfe Research merilis laporan yang menyatakan, "Hampir dalam setiap pertemuan dengan investor selama sebulan terakhir, kami ditanya bagaimana reaksi penolakan pemilih terhadap data center ini akan berakhir?"

"Kecepatan dan skala penolakan benar-benar mencengangkan, kami belum pernah melihat yang seperti ini. Kami melihat penurunan 60 poin dukungan bersih untuk pembangunan data center lokal lintas partai selama 12 bulan terakhir," sebut laporan itu.

Data center AI menampung peralatan komputasi untuk melatih dan mengoperasikan model AI yang dikembangkan perusahaan-perusahaan termasuk OpenAI dan Anthropic.

Lonjakan pembangunan data center memicu penolakan di berbagai komunitas di seluruh AS. Para penentang menyuarakan kekhawatiran terkait biaya listrik, lonjakan kebutuhan daya, penggunaan air, dan dampak lokal lainnya.

Dalam memonya, NRSC memperingatkan persepsi saat ini negatif di kalangan warga Amerika mengenai data center. Isu tersebut memengaruhi pertarungan memperebutkan kursi Senat di Ohio.

"Masalah barunya adalah data center. Ohio adalah salah satu pemimpin dalam membangun pabrik-pabrik AI ini. Brown telah menjadikan penolakannya terhadap proyek ini sebagai fokus utama kampanyenya melawan Husted. Brown menggunakannya karena cara ini berhasil," kata NRSC.

"Data center adalah beban berat yang mengalungi leher Husted. Jika ia kalah dan data center yang disalahkan, politisi di seluruh negeri akan memperhatikannya dan mereka takkan mau mendekati proyek selanjutnya," tambah mereka.



(fyk/fay)
TAGS




Hide Ads