Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
TikTok Sempat Tumbang Setelah Dibeli Amerika, Ini Penyebabnya

TikTok Sempat Tumbang Setelah Dibeli Amerika, Ini Penyebabnya


Anggoro Suryo - detikInet

EDMONTON, CANADA - APRIL 28:
An image of a woman holding a cell phone in front of the Tik Tok logo displayed on a computer screen, on April 29, 2024, in Edmonton, Canada. (Photo by Artur Widak/NurPhoto via Getty Images)
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

TikTok membantah klaim bahwa operasional barunya di Amerika Serikat melakukan pengendalian ketat terhadap konten pengguna.

Bantahan ini disampaikan menyusul laporan ribuan pengguna AS yang mengalami gangguan teknis setelah unit bisnis TikTok di negara tersebut resmi dipisahkan dari induknya, ByteDance.

Dalam pernyataan kepada BBC, juru bicara TikTok US mengatakan masalah yang muncul bukan terkait sensor, melainkan kendala teknis pasca-transisi infrastruktur. TikTok menyebut telah membuat kemajuan signifikan dalam pemulihan sistem bersama mitra data center mereka di AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Namun, pengalaman pengguna di AS masih bisa mengalami sejumlah gangguan teknis, termasuk saat mengunggah konten baru," kata perwakilan TikTok.

TikTok juga membantah klaim pengguna yang menyebut nama "Epstein" tidak bisa digunakan di platform. Menurut perusahaan, tidak ada aturan yang melarang penggunaan nama tersebut dalam pesan langsung. Nama itu merujuk pada Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual yang meninggal dunia, yang penanganan perkaranya masih menuai sorotan terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump.

Masalah mulai ramai dibicarakan beberapa hari setelah kesepakatan pemisahan TikTok US dari ByteDance diselesaikan pekan lalu. Sejak itu, ribuan pengguna melaporkan unggahan baru mereka tidak mendapatkan tampilan, bahkan berhenti di angka nol penayangan.

Di tengah klarifikasi TikTok, Gubernur California Gavin Newsom mengumumkan penyelidikan atas dugaan penekanan konten yang bersifat kritis terhadap Presiden Trump. Kantor Newsom mengklaim menerima dan memverifikasi laporan konten politik tertentu tidak muncul di linimasa maupun hasil pencarian.

Salah satu keluhan terkait konten yang tidak terlihat adalah unggahan mengenai penembakan perawat ICU Alex Pretti oleh agen federal di Minneapolis. Newsom menilai perlu ada peninjauan apakah TikTok melanggar hukum negara bagian California.

TikTok US kini dikelola oleh konsorsium investor yang mencakup Oracle sebagai mitra data center utama, Silver Lake, serta investor asal Uni Emirat Arab MGX. ByteDance masih mempertahankan kepemilikan 19,9%. Sejumlah tokoh yang dikenal sebagai donatur Partai Republik juga terlibat sebagai investor.

Gangguan teknis ini tercatat cukup besar. Downdetector mencatat lebih dari 660 ribu laporan masalah dari pengguna AS dalam rentang Sabtu hingga Senin. TikTok menyebut gangguan dipicu pemadaman listrik di salah satu lokasi data center Oracle, yang menyebabkan kegagalan sistem berantai.

Mereka mengklaim data pengguna tetap aman, dan menyatakan gangguan ini sebagian besar hanya terjadi di Amerika Serikat.




(asj/asj)




Hide Ads