Lantaran Gaptek, Polisi Asal Tuduh Netter Teroris
- detikInet
Dausseldorf -
Adalah hal yang menggelikan ketika polisi di Jerman menangkap orang tak bersalah, dan menuduh orang tersebut adalah teroris akibat minimnya pengetahuan polisi tentang teknologi Internet.Kali ini yang menjadi korban salah tangkap adalah Alexander Jansen. Waktu polisi menggerebek rumahnya, pria ini tengah mengoperasikan Tor ((The Onion Router), sebuah sistem yang memungkinkan pengguna berkomunikasi secara anonim di internet. Kontan polisi menuduh Jansen sebagai teroris. Padahal pria ini hanya mengoperasikan server dan fokus pada urusan bisnisnya. Setiap hari, lebih dari 40 Gb datanya melewati server Tor. Suatu ketika sebuah ancaman bom telah melewati sebuah alamat Internet Protocol (IP) di luar kendalinya. Softpedia seperti dikutip detikINET, Selasa (18/9/2007) melansir polisi tak ambil pusing meski Jansen telah berusaha menjelaskan bahwa dia bukan teroris dan hanya mengoperasikan server. Polisi terus mengobrak-abrik rumah Jansen dan memang akhirnya tak menemukan apa-apa. Kendati demikian, polisi tetap menangkap Jansen. Kini Jansen telah dibebaskan, dan ia terbukti tidak bersalah. "Aku telah mendengar sejak awal bahwa keamanan Jerman adalah orang-orang yang aneh, mereka sering salah tangkap orang dan menghubungkannya dengan teroris," ujar Jansen. Tindakan polisi yang sering salah tangkap orang, seolah menegaskan kebenaran rumor bahwa orang Eropa banyak yang buta teknologi dan tidak paham komputer, termasuk aparat penegak hukumnya.Bagaimana dengan di Indonesia?
(fyk/dbu)