Bali selangkah lebih dekat memiliki identitas digital resminya sendiri. Pemerintah Provinsi Bali bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) pada 27 November 2025 menandatangani Kesepakatan Bersama terkait pendaftaran dan pengelolaan domain tingkat tinggi geografis .Bali.
Penandatanganan di Gedung Jaya Sabha itu menjadi momentum penting yang menandai era baru Bali di ruang digital nasional maupun global.
Domain .Bali bukan sekadar alamat internet. Ia adalah simbol kedaulatan digital, representasi budaya, sekaligus penanda bahwa Bali siap bersaing dan tampil lebih kuat di ekosistem internet dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di berbagai negara, domain geografis telah menjadi sarana memperkuat identitas daerah-mulai dari .tokyo, .paris, hingga .nyc. Domain-domain ini bukan hanya membangun citra kota, tetapi juga mendorong ekonomi kreatif, pariwisata, dan layanan publik yang lebih modern.
Dengan reputasinya sebagai pusat budaya, pariwisata, dan kreativitas kelas dunia, kehadiran .Bali diharapkan menghadirkan nilai tambah yang jauh lebih kuat. Domain ini akan menjadi rumah digital resmi bagi seluruh narasi tentang Bali: autentik, berkarakter, dan mudah dikenali oleh masyarakat internasional.
Kesepakatan ini menjadi puncak dari proses penjajakan panjang antara Pemprov Bali dan Pandi. Sebelumnya, kolaborasi Pandi bersama Universitas Udayana dalam kajian teknis terkait Second-Level Domain Label Generation Rules Aksara Bali telah memungkinkan penggunaan ᬩᬮᬶ.id, yang mendapat sambutan positif dari komunitas bahasa dan budaya.
Penjajakan .Bali mencakup penyusunan konsep tata kelola domain, analisis regulasi, hingga pembahasan model pendanaan dan operasional jangka panjang. Persiapan ini juga mengikuti agenda pembukaan pendaftaran ICANN New gTLD Program yang dijadwalkan dimulai April 2026.
Selama proses itu, beragam aspek teknis dan non-teknis ditelaah, yaitu kesiapan infrastruktur sesuai standar ICANN, model bisnis dan keberlanjutan pendanaan, pengelolaan registry backend, mekanisme verifikasi pengguna,untuk memastikan bahwa .Bali tidak berhenti sebagai simbol, tetapi juga menjadi sistem internet yang aman, andal, dan bermanfaat luas.
Melalui kesepakatan ini, Pemprov Bali dan Pandi menyepakati sejumlah komitmen penting, antara lain persetujuan penggunaan nama "Bali" untuk diajukan sebagai TLD geografis, penyusunan kebijakan serta tata kelola domain, dukungan teknis infrastruktur DNS, layanan verifikasi dan operasional, pemanfaatan .Bali sebagai identitas digital resmi Pemerintah Provinsi Bali, serta promosi dan edukasi publik agar masyarakat mengetahui manfaat dan potensi domain baru ini.
Kesepakatan berlaku selama lima tahun dan akan diperpanjang mengikuti masa berlaku pendaftaran TLD di ICANN.
Penandatanganan ini menjadi fondasi strategis dalam membangun identitas digital Bali melalui domain .Bali. Pemprov Bali dan Pandi kini memasuki fase krusial menuju proses aplikasi di program ICANN New gTLD-mulai dari penyelarasan kebijakan, tata kelola teknis, hingga mekanisme operasional yang memenuhi standar internasional.
Inisiatif .Bali diproyeksikan menjadi batu loncatan menuju ekosistem digital daerah yang modern, aman, dan berdaya saing global. Lebih dari sekadar domain baru, .Bali diharapkan menjadi ruang digital resmi yang mencerminkan jati diri Bali-modern, berbudaya, dan memiliki integritas.
Dengan langkah ini, Bali memperkuat posisinya sebagai wilayah yang tidak hanya kaya tradisi, tetapi juga adaptif terhadap inovasi digital. Domain .Bali akan menjadi simbol bahwa transformasi digital Bali berjalan seirama dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
(agt/agt)











































