Lacak Pengancam Bom, FBI Gunakan Spyware
- detikInet
Jakarta -
Selama ini, spyware lebih dikenal sebagai program mata-mata yang digunakan untuk mencuri data-data pribadi dan sensitif seperti nomor kartu kredit, nama dan password yang tentunya akan berakibat dapat merugikan pemilik aslinya. Tapi, di sisi lain spyware juga bisa digunakan untuk membantu pihak yang berwajib. Yaitu seperti yang dilakukan Federal Bureau of Investigation (FBI). Mereka berhasil melacak asal email berisi ancaman bom berkat bantuan spyware yang didesain sehingga dapat memonitor pelaku dan melaporkannya ke server FBI.Cara kerjanya, pertama-tama FBI mengirimkan spyware tersebut kepada pemilik profil anonymous di situs jaringan sosial MySpace yang dikenal secara anonymous yang sebelumnya telah diprediksi terkait dengan ancaman bom di sekolah Timberline di Seattle, Amerika Serikat (AS).Sampai akhirnya, spyware itu mengarahkan FBI kepada seorang tersangka bernama Josh Glazebrook, seorang siswa sekolah berusia 15 tahun. Setelah penyelidikan lebih lanjut, arahan spyware tersebut ternyata jitu. Alhasil, si pelaku pun tak berkutik dan dinyatakan bersalah atas kejahatan ancaman bom dan pencurian identitas yang termasuk tindak kejahatan berat.Wired News yang dikutip detikINET, Kamis (19/7/2007) melansir, salah seorang agen FBI bernama Norman Sanders mendeskripsikan software tersebut sebagai 'alat pemeriksa komputer dan alamat internet protokol' atau dikenal dengan sebutan CIPAV.CIPAV secara otomatis dan tanpa diketahui langsung memantau penggunaan Internet serta IP address si target. Semua informasi yang dikumpulkan langsung dikirim melalui Internet ke komputer milik FBI di Virginia.
(ash/ash)