Diskusi di detikINET
Dedengkot Jurnalis TI Amerika Timba Ilmu ke Komunitas
- detikInet
Jakarta -
Elizabeth Weise, salah satu dedengkot jurnalis bidang teknologi informasi (TI) dari USA Today bertandang ke kantor detikINET. Berhadapan dengan para aktivis akar rumput (grassroot) TI tanah air, suasana di dalam ruang diskusi menghangat dengan berbagai topik diskusi.Weise datang ditemani dua orang rekannya dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia. Weise yang pernah selama enam tahun menjadi wartawan di Associated Press, tampak antusias mendengarkan cerita-cerita perjuangan para penggiat TI di Indonesia.Diskusi yang diawali dengan perkenalan para peserta, dilanjutkan dengan paparan singkat tentang pembangunan infrastruktur TI dan telekomunikasi yang dilakukan Yayasan Air Putih di Aceh. Ahmad Suwandi, yang mewakili Air Putih, menjelaskan apa saja yang diupayakan teman-teman di yayasan dalam menghidupkan kembali sarana telekomunikasi yang hancur akibat gempa dan tsunami.Paparan pun sampai pada kegiatan Air Putih yang tengah mengembangkan sistem peringatan dini (early warning system) bencana. Dijelaskan Suwandi, pengembangan sistem tersebut berkolaborasi dengan operator seluler, stasiun radio dan televisi, yang berperan menyebarkan peringatan bencana ke masyarakat.Selain sibuk mencatat dan bertanya, Weise juga mendapat pertanyaan dari peserta diskusi yang ingin tahu seperti apa sistem peringatan dini yang ada di Amerika Serikat saat ini.Weise pun menjelaskan bahwa di negerinya diimplementasikan sistem peringatan dini yang ditujukan untuk memberi peringatan akan adanya bencana pada warga. "Peringatan ada yang disampaikan lewat e-mail. Begitu ada bencana, kita langsung mendapat e-mail. Kita juga bisa melaporkan kepada badan yang berwenang, jika kita merasakan ada bencana alam di sekitar kita," paparnya.Jawaban Weise langsung direspon canda ringan dari para peserta diskusi. "Wah, kalau di sini mana bisa pakai e-mail. Bisa-bisa kita terlambat menyelamatkan diri kalau harus ngecek e-mail dulu," ujar Bona Simanjuntak, peserta diskusi dari ICT Centre.Diskusi pun berlanjut ke berbagai topik lainnya, seputar gerakan para aktivis TI dalam mengupayakan kemajuan di bidangnya masing-masing, seperti open source, SMS Rakyat, dan Voice over Internet Protocol (VoIP) Rakyat. Anton Raharja, dari ICT Center menjelaskan bahwa secara teknis, VoIP Rakyat sudah siap melakukan interkoneksi dengan sistem telepon yang sudah ada, baik telepon bergerak (seluler) maupun telepon tetap. Namun, regulasi yang ada belum memungkinkan hal itu terjadi.Keterangan Foto: Redpel detikINET Donny BU menyimak obrolan jurnalis USA Today Elisabeth Weise(Atas), Elisabeth Weise (tengah), suasana diskusi (bawah)
(nks/)