Geger Sekte Poligami FLDS, Sampai Diangkat Netflix

Geger Sekte Poligami FLDS, Sampai Diangkat Netflix

ADVERTISEMENT

Geger Sekte Poligami FLDS, Sampai Diangkat Netflix

tim detikINET - detikInet
Senin, 05 Des 2022 11:45 WIB
Jeffs went on the run in 2005 after being indicted by an Arizona jury – initially, for forcing a 16-year-old girl to marry a 28-year-old man who was already married.
Sekte FLDS tidak hanya kontroversial karena poligami dengan jumlah yang tak biasa, tapi ada banyak skandal cuci otak hingga perdagangan anak di bawah umur. Foto: FLDS
Jakarta -

Baru-baru ini, Netflix kembali mengangkat isu terkait sekte poligami The Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (FLDS) dan pemimpinnya Warren Jeffs. Sekte FLDS tidak hanya kontroversial karena poligami dengan jumlah yang tak biasa, tapi ada banyak skandal cuci otak hingga perdagangan dan pernikahan anak di bawah umur.

Melansir Womens Health Mag, sekte poligami FLDS diyakini sudah melakukan cuci otak kepada ribuan orang dengan menanamkan pemahaman bahwa Warren Jeffs adalah 'Sang Nabi' dan semua perkataannya adalah 'ucapan Tuhan'. Namun masalahnya bukan hanya pada praktik poligami, yang menjadi gong adalah perkara pernikahan anak di bawah umur dan pemerkosaan.

Jeffs terbukti melakukan perbuatan menikahi gadis di bawah umur (14 tahun) sehingga ditangkap pada Agustus 2006 setelah sebelumnya sempat kabur dan menjadi buronan FBI dengan tuduhan menikahkan anak berusia 16 tahun dengan laki-laki berusia 28 tahun secara paksa. Dia juga melakukan hubungan seks dengan saudara sepupunya yang lain, yang masih berusia 19 tahun.

"Jeffs mengaku gadis 14 tahun itu telah mengatakan padanya bahwa dirinya masih terlalu muda untuk menikah," kata jaksa penuntut Brock Belnap, seperti ditulis AFP.

Diketahui, hanya pemimpin dari FLDS yang bisa mengatur pernikahan. Jadi, tidak ada yang dapat memilih siapa istri maupun suami mereka sendiri. Selain itu, praktik poligami menyentuh angka yang tidak biasa. Jeffs bahkan memiliki 70 lebih istri -- sebagian besar diturunkan dari istri-istri mendiang ayahnya. Fitemukan juga fakta bahwa praktik poligami dengan menikahkan anak di bawah umur baru dilakukan setelah Warren Jeffs menjabat menggantikan sang ayah.

[Gambas:Youtube]

Jeffs mewarisi sekte ini dari ayahnya yang merupakan pemimpi selama 15 tahun FLDS, Rulon Jeffs. Rulon Jeffs menghebuskan napas terakhir dengan meninggalkan 60 orang istri. Mengapa harus memiliki istri banyak? Mereka percaya, semakin banyak istri, maka akan semakin tinggi surga yang akan mereka dapatkan setelah meninggal nanti.

Komunitas FLDS kebanyakan berada di Colorado, Arizona, Hildale dan Utah, Amerika Serikat. Konon katanya, masih ada beberapa orang yang bertahan di sekte ini walaupun Jeffs sudah dihukum dengan penjara seumur hidup. Sedangkan, sejumlah mantan anggota FLDS memutuskan untuk keluar dari sekte tersebut dan menjalani kehidupan normal, meski trauma tidak bisa hilang.

Salah satu penyintasnya yakni Briell Decker yang kini sudah menikah lagi. Decker menceritakan begitu tertekannya ia ketika ia dipaksa menikah dengan Jeffs dan menjalani ritual seks yang tak wajar di kuil yang dibangun dan diperuntukan Jeffs.

"Ketika ada Warren aku akan bersembunyi. Kalau tidak, aku akan menjadi bagian dari kegiatan di kuil yang dia lakukan," kenangnya ke The Guardian.

Netflix menceritakan perjuangan dari mantan anggota FLDS untuk bisa lepas dari jeratan sekte tersebut. Lewat series dokumenter 'Keep Sweet: Pray and Obey', ada empat episode dengan durasi kurang lebih 1 jam yang bisa kamu saksikan.



Simak Video "Cara Netflix Cegah Pengguna Berbagi Password"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT