Elon Musk Diperingatkan Teman untuk Tidak Beli Twitter

ADVERTISEMENT

Elon Musk Diperingatkan Teman untuk Tidak Beli Twitter

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 18 Sep 2022 17:23 WIB
Elon Musk, the co-founder and chief executive of Electric carmaker Tesla, gestures during a ceremony in Dubai on February 13, 2017.
Tesla announced the opening of a new Gulf headquarters in Dubai, aiming to conquer an oil-rich region better known for gas guzzlers than environmentally friendly motoring. / AFP PHOTO / KARIM SAHIB        (Photo credit should read KARIM SAHIB/AFP via Getty Images)
Elon Musk Diperingatkan Teman untuk Tidak Beli Twitter Foto: AFP via Getty Images/KARIM SAHIB
Jakarta -

Elon Musk membuat heboh beberapa waktu lalu setelah mengumumkan niatnya untuk membeli Twitter senilai USD 44 miliar. Rupanya, rencana Musk tersebut tidak mendapatkan restu dari teman-temannya.

Begitu mengetahui bahwa Musk serius ingin membeli Twitter, beberapa temannya secara pribadi memperingatkan agar orang terkaya di dunia itu tidak mengakuisisi Twitter.

Musk tentu saja tidak menghiraukan nasihat teman-temannya. Pada bulan April lalu Musk mengajukan penawaran untuk membeli Twitter senilai USD 44 miliar, tapi beberapa bulan kemudian dibatalkan karena masalah bot.

Beberapa teman yang dekat dengan Musk mengaku tidak meragukan keinginannya untuk mengubah Twitter dan menghilangkan pembatasan konten di platform media sosial tersebut. Mereka juga meyakini Musk mampu meningkatkan produk Twitter.

Tapi teman-temannya khawatir bahwa Musk tidak memahami masalah yang bisa ditimbulkan oleh Twitter, dan bagaimana Twitter bisa membuat tidak fokus pada SpaceX dan Tesla yang diyakini lebih penting bagi Musk.

Beberapa teman Musk bahkan baru mendengar rencananya membeli Twitter lewat media sosial. Seperti Reid Hoffman, co-founder LinkedIn yang bersama Musk merupakan anggota 'PayPal Mafia'.

"Saya pikir saya memiliki reaksi yang sama seperti kebanyakan orang, itu seperti, 'Astaga, masalah besar lainnya. Dia sudah berurursan dengan banyak masalah,'" kata Hoffman dalam wawancara dengan Axios, seperti dikutip detikINET, Minggu (18/9/2022).

Greylock, perusahaan pemodal ventura milik Hoffman, menolak permintaan Musk untuk mendanai pembelian Twitter. Meski begitu, Musk berhasil mengajak beberapa perusahaan pemodal dan bank untuk mendanai pembelian Twitter, termasuk Sequoia Capital.

Walaupun tidak ikut membantu Musk dari segi finansial, Hoffman tetap mendukung dan mengakui kemampuan bisnis temannya.

"Saya merupakan salah satu orang yang berpikir bahwa dia tidak bisa mengatur Tesla dan SpaceX dan saya benar-benar salah ... Elon benar bahwa Twitter membutuhkan inovasi," ujar Hoffman.



Simak Video "Twitter Sebut Elon Musk Sengaja Langgar Perjanjian"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/agt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT