Elon Musk Keukeuh Batalkan Akuisisi Twitter

ADVERTISEMENT

Elon Musk Keukeuh Batalkan Akuisisi Twitter

Anggoro Suryo - detikInet
Selasa, 13 Sep 2022 09:08 WIB
Elon Musk, the co-founder and chief executive of Electric carmaker Tesla, gestures during a ceremony in Dubai on February 13, 2017.
Tesla announced the opening of a new Gulf headquarters in Dubai, aiming to conquer an oil-rich region better known for gas guzzlers than environmentally friendly motoring. / AFP PHOTO / KARIM SAHIB        (Photo credit should read KARIM SAHIB/AFP via Getty Images)
Foto: AFP via Getty Images/KARIM SAHIB
Jakarta -

Elon Musk tampaknya sudah benar-benar tak mau melanjutkan akuisisi Twitter, setelah ia mengirimkan surat ketiga untuk membatalkan akuisisi senilai USD 44 miliar tersebut.

Dalam surat tersebut, tim hukum Musk menyertakan bukti pembayaran jutaan dollar dari Twitter ke Peiter Zatko, mantan bos keamanan Twitter yang kemudian jadi whistleblower, sebagai alasan untuk membatalkan akuisisi tersebut karena Twitter melanggar pelanggaran perjanjian akuisisi.

Surat tersebut bertanggal 9 September, dan dikirimkan ke chief legal officer Twitter Vijaya Gadde, yang kemudian disertakan dalam laporan Twitter ke SEC pada Jumat (9/9) lalu.

Zatko sendiri pada Agustus lalu membuat kehebohan setelah menuding Twitter menyesatkan para investornya terkait jumlah bot di dalam layanan jejaring media sosial tersebut. Juga soal kegagalan Twitter menghapus data pengguna, dan punya sistem keamanan yang buruk.

Ia mendapat bayaran USD 7 juta dari Twitter saat dipecat, yaitu sebagai kompensasi bayaran yang tak ia dapatkan akibat pemecatan tersebut, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (13/9/2022).

Menanggapi klaim tersebut, tim pengacara Musk langsung memanggil Zatko untuk melakukan deposisi dan mencari bukti terkait spam, celah keamanan, mata-mata asing yang diduga bekerja di Twitter, dan bukti lainnya yang bisa membantu Musk untuk mundur dari kesepakatan membeli Twitter.

Bukti-bukti ini bisa menjadi amunisi baru bagi Musk, yang menuduh Twitter menyembunyikan jumlah akun bot dan spam yang sebenarnya sehingga mendorong CEO SpaceX dan Tesla itu untuk mundur membeli Twitter.

Surat pembatalan Musk yang pertama dikirimkan pada Juli lalu, di mana ia menyebut Twitter menyesatkannya soal jumlah bot di platform tersebut, dan Twitter tak mau memberi akses kepada Musk agar ia bisa menyelidiki datanya sendiri. Padahal Musk sudah diberi akses ke application programming interface (API) firehose yang ada di setiap setiap twit.



Simak Video "Elon Musk Dikabarkan Lanjut Beli Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT