Proyek Balon Internet Google Berubah Total, Kini Pakai Laser!

ADVERTISEMENT

Proyek Balon Internet Google Berubah Total, Kini Pakai Laser!

Anggoro Suryo - detikInet
Selasa, 13 Sep 2022 22:37 WIB
Balon Internet Google Project Loon
Balon internet Project Loon. Foto: detikINET/Ardhi Suryadhi
Jakarta -

Masih ingat Project Loon? Ya, proyek Google -- tepatnya Alphabet, induk Google -- untuk menyebarkan koneksi internet ke daerah terpencil yang tahun 2021 lalu, akhirnya dimatikan.

Divisi Loon memang dimatikan oleh Alphabet, namun teknologinya dialihkan ke startup sejenis yang punya tujuan sama. Yaitu menyebarkan koneksi internet ke daerah terpencil. Namun kali ini teknologi yang dipakai terdengar lebih futuristis, yaitu laser.

Startup yang dimaksud bernama Aalyria, yang meski sudah tak menjadi anak usaha langsung dari Alphabet, kabarnya Alphabet masih punya saham minoritas di startup tersebut.

Aalyria punya dua teknologi utama, yang pertama bernama Tightbeam, sebuah sistem komunikasi berbasis laser yang menggunakan sinar untuk mengirimkan data dari satu titik ke titik lain.

Teknologi kedua adalah Spacetime, yaitu sebuah software berbasis cloud yang untuk mengurus koneksi pengiriman data yang terus berubah. Spacetime ini awal mulanya dibuat untuk memprediksi pergerakan balon Loon untuk menjaga koneksi antar balon dan base station tetap kuat.

Namun kini tugasnya berubah, yaitu memprediksi kapan stasiun Tightbeam -- bisa ada di darat atau di satelit -- perlu memindahkan koneksinya ke objek yang bergerak. Misalnya kapal atau pesawat.

Dilansir Bloomberg, Selasa (13/9/2022) Aalyria saat ini sudah memasarkan Spacetime dan berencana menjual hardware Tightbeam mulai 2023 mendatang. Secara teoritis, keduanya memang bisa beroperasi bersama atau secara terpisah, karena Spacetime tak terbatas pada penggunaan sistem berbasis laser.

Sementara Tightbeam tujuan utamanya adalah mengirimkan data dengan cara kerja yang mirip dengan kabel fiber optik, yaitu mengirimkan sinar dari satu titik ke titik lainnya. Bedanya di kabel fiber optik, sinar tersebut dilewatkan kabel serat optik, sementara di Tightbeam sinarnya melewati udara.

Hal ini membuat Tightbeam lebih fleksibel terutama di jarak jauh karena tak membutuhkan kabel. Aalyria punya klaim bombastis terkait teknologi ini, yaitu kecepatannya 100-1000x lebih kencang ketimbang teknologi apa pun yang ada saat ini.

Sebagai informasi, Tightbeam ini berasal dari sebuah proyek Alphabet bernama Sonora. Alphabet sendiri, selain Loon, juga punya Project Taara yang dipakai untuk menyebarkan koneksi internet di Afrika, yang juga menggunakan laser.

Tentu selain klaim yang bombastis itu, penggunaan laser untuk pengiriman daya punya kelemahannya tersendiri. Termasuk harus adanya line of sight (LOS) antara stasiun pengirim dan stasiun penerima, dan kualitas koneksi yang bisa menurun tergantung kondisi cuaca.



Simak Video "Pengadilan Rusia Denda Google Sebesar Rp 5,56 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT