Noda Hitam WhatsApp, Jadi Beban Mark Zuckerberg

Noda Hitam WhatsApp, Jadi Beban Mark Zuckerberg

ADVERTISEMENT

Noda Hitam WhatsApp, Jadi Beban Mark Zuckerberg

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 22 Agu 2022 20:46 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Noda Hitam WhatsApp yang Jadi Beban Buat Mark Zuckerberg. Foto: Getty Images
Jakarta -

WhatsApp sangat digandrungi dan punya lebih dari 2 miliar pengguna, namun ternyata malah dinilai menjadi beban buat Mark Zuckerberg dan induk perusahaannya, Meta. Kenapa demikian?

Ya, WhatsApp sampai saat ini belum bisa menghasilkan pendapatan yang signifikan dan belum ada cara yang mujarab untuk itu. Sempat akan disusupi iklan, tapi kemudian tak jadi dilakukan. Dulu juga sempat ditarik biaya langganan, kemudian dihapuskan.

"Zuckerberg membeli Instagram senilai USD 1 miliar di 2012 dan aplikasi itu berkontribusi USD 20 miliar pada pendapatan Facebook di tahun 2019 saja. Dia membeli WhatsApp senilai USD 19 miliar di 2014 dan belum menghasilkan apa-apa," tulis kolumnis Bloomberg, Parmy Olson.

Ya, sudah delapan tahun berjalan dan WhatsApp belum mampu memberi kontribusi yang signifikan pada Meta. Padahal tentu butuh biaya besar untuk terus mengembangkan dan memelihara aplikasi ini, terlebih fitur-fiturnya terus bertambah.

Apalagi WhatsApp adalah perusahaan termahal yang pernah dibeli oleh Facebook. Investor pun mungkin bertanya-tanya mengapa strategi Meta pada WhatsApp untuk meraih profit belum berhasil. "Zuckerberg akan menghadapi kenyataan tentang tidak adanya tujuan WhatsApp, investasi terbesarnya sejauh ini," tambah Parmy.

Memang adalah sebuah hal positif WhatsApp mampu memberikan layanan yang baik tanpa harus disusupi iklan. Akan tetapi hal itu pula yang mungkin membuat Meta dan sang pemimpin, Mark Zuckerberg, pusing tujuh keliling.

"Komitmen WhatsApp untuk user, termasuk dalam privasi data, membantu perusahaan itu menjadi salah satu aplikasi paling digandrungi, namun juga mencegahnya meraih untung. Tanpa iklan, untung WhatsApp hanya sedikit," tulis CNBC yang dikutip detikINET, Senin (22/8/2022).

Zuckerberg tentu tak tinggal diam, terutama agar bagaimana WhatsApp Business yang meluncur tahun 2018, bisa lebih berperan menghasilkan laba. "WhatsApp akan menuju babak selanjutnya, dengan pesan bisnis dan perdagangan akan menjadi besar di sana," sebut Zuck belum lama ini.

WhatsApp Business saat ini ada yang gratis untuk pebisnis kecil dan ada platform untuk korporasi lebih besar, yang menarik biaya tertentu. Untuk menambah monetisasi, WhatsApp berencana merilis layanan premium untuk pebisnis kecil, yang membuat perusahaan bisa menggunakan WhatsApp hingga 10 perangkat dan lebih mudah berhubungan dengan pelanggan. Apa akan berhasil?



Simak Video "Bantahan Meta soal Hampir 500 Juta Data WhatsApp Bocor"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT