Omongan Sambo Berubah-ubah, Bisa Dipercaya?

ADVERTISEMENT

Omongan Sambo Berubah-ubah, Bisa Dipercaya?

Tim - detikInet
Jumat, 12 Agu 2022 18:37 WIB
Alasan Brigadir J Dibunuh Menurut Pengakuan Terbaru Irjen Ferdy Sambo
'Lebih Percaya Hitler Mati di Garut Daripada Sambo' (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Dalam dua hari, narasi kasus tewasnya Brigadir Yoshua berubah. Irjen Ferdy Sambo mengaku bohong. Publik kembali emosional, geram dan skeptis.

Pada Kamis (11/8) malam, Sambo melalui pengacaranya menyampaikan permohonan maaf atas tewasnya Brigadir J. Dia juga bicara soal 'memberikan informasi yang tidak benar serta memicu polemik' terkait kasus itu.

Awalnya baku tembak, ternyata bukan. Awalnya tuduhan pelecehan di rumah dinas, belakangan jadinya ada kejadian di Magelang. Pihak keluarga Brigadir Yoshua tidak percaya.

Masyarakat pun tampaknya demikian. Sambo masih terus berada di trending topic Twitter Indonesia seperti dipantau Jumat (8/12/2022). Kini sudah ada 83 ribu tweet soal itu.

Tampak reaksi netizen Indonesia adalah antipati terhadap perkembangan terbaru kasus Ferdy Sambo. Tidak hanya itu, sentimen negatif muncul kembali terhadap institusi Polri.

Inilah beberapa kicauan netizen di Twitter:

"Saya mewakili warga dan ketua RT + RW menyatakan tidak akan percaya omongan Sambo sang pembohong," kata @marha***.

"Si Sambo itu udah bohong perihal korban nembak, perihal pelecehan seksual di rumah dinas," kata @fradit***

"Tak kan ada ya percaya omongan Sambo. Ceritanya berubah ubah. Ini bukan kasus pembunuhan biasa kalau sampai sampai 31 orang terseret gegara Sambo. Ntah kapan si PC dijadikan saksi," @ErnawatiSito***.

"Gua lebih percaya Hitler mati di garut daripada percaya sama omongan lu bo Sambo 😂😄," kata @bl4cks***.

"Omongan SAMBO gak bisa dipercaya, pembohong," @sabanabana5.

"Di kasus sambo makin sulit buat percaya sama polisi 😏," kata @reyhand***.

"Ngeliat polisi percaya omongan sambo jadi kepikiran konpres yg kemarin tuh cuma skenario aja buat nyenengin masyrakat aja," kata @elnetiz***.

(fay/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT