Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Lab Gadget detikINET
Asus ExpertBook Ultra: Kencang, Tipis, Mewah, dan Tangguh
Lab Gadget detikINET

Asus ExpertBook Ultra: Kencang, Tipis, Mewah, dan Tangguh


Anggoro Suryo - detikInet

ASUS menghadirkan ExpertBook Ultra untuk kalangan profesional modern. Laptop ini mengusung desain ringan, layar OLED, dan fitur AI terbaru.
5
Harga saat di-review mulai Rp 38.499.000
Lab Gadget merupakan program in-depth review dari redaksi bersama expertise untuk menguji secara detail terhadap keunggulan spesifikasi maupun fitur sebuah gadget How We Rate & Review
Jakarta -

Penantian panjang akan arsitektur prosesor terbaru dari Intel akhirnya usai. Chip bersandi Panther Lake, yang diproduksi dengan proses fabrikasi 18A kebanggaan Intel yang sempat beberapa kali tertunda, kini akhirnya mulai menampakkan diri di pasar global.

Salah satu perangkat pertama yang berkesempatan menjadi 'rumah' bagi teknologi terkini tersebut adalah Asus ExpertBook Ultra.

Secara historis, lini ExpertBook memang dikenal sebagai kuda hitam di kelas laptop bisnis premium. Namun, dengan lompatan arsitektur dari Intel kali ini, Asus seolah ingin mendefinisikan ulang apa yang bisa dilakukan oleh sebuah laptop bisnis tipis dengan Asus Expertbook Ultra

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah performanya benar-benar membuktikan janji manis Intel? Simak ulasan mendalam detikINET berikut ini.

Spesifikasi

Sebelum membedah performanya, mari kita intip terlebih dahulu spesifikasi unit yang mampir ke meja pengujian detikINET:

ADVERTISEMENT

ProsesorGrafis
Intel Core Ultra X7 358H
(16 Core, Turbo maksimal 4.8GHz)
Intel Arc B390
RAMStorage
32GB LPDDR5x-8533
2TB M.2 PCIe 4.0 SSD
LayarFitur & Konektivitas
14-inci 2880×1880 tandem OLED Touchscreen
Corning Gorilla Glass Victus Matte
2x Thunderbolt 4, 2x USB-A 3.2 Gen 2
1x HDMI 2.1, 1x 3.5mm combo audio
JaringanBaterai
Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0
70 watt-hours
Bobot dan dimensi
1,1 kg / 31 x 21.2 x 1.65 cm

Laptop ini adalah paket lengkap yang dirancang dengan kematangan luar biasa. Bodinya tipis, ringan, dan super tangguh, serta performanya kencangtim detikINET

Desain

Review Asus Expertbook UltraAsus Expertbook Ultra Foto: detikINET/ Rizqy Nur Amalia

Kesan pertama begitu perangkat ini dikeluarkan dari dalam boksnya adalah betapa solidnya sasis laptop ini. Asus ExpertBook Ultra menggunakan paduan material magnesium-aluminum alloy yang sukses menjaga bobotnya tetap berada di angka 1,1 kg saja.

Biasanya, material semacam ini memiliki kelemahan: terasa seperti plastik murah. Namun, Asus dengan cerdik mengakalinya dengan memberikan lapisan nano ceramic, mirip dengan material ceraluminum andalan mereka.

Hasilnya adalah bodi dengan tekstur matte yang terasa sangat premium, kesat di tangan, dan tidak mudah meninggalkan sidik jari. Kualitas rancang bangunnya sangat kokoh, hampir tidak ada flex (lengkungan) saat kami menekan area keyboard atau saat membuka layar dengan satu tangan.

Oh ya, material ini juga diklaim sangat keras dan tahan gores. Kami pun sempat mencoba menggores material bodinya menggunakan kunci motor. Tak ada bekas goresan yang terlihat meski tim detikINET sudah menggoresnya sekuat tenaga.

Dengan ketebalan hanya 1,65 cm, dimensinya mengingatkan kita pada laptop-laptop ultralight 13 inci dari beberapa tahun lalu, namun kini dengan ukuran layar 14 inci yang lebih lega.

Durabilitas

Oh ya, tentu saja kami juga menjajal ketangguhan fisik Asus Expertbook Ultra ini. Asus mengklaim laptop mereka ini military grade dengan daya tahan tinggi. Sertifikat MIL-STD-810H disematkan untuk Asus Expertbook Ultra dengan ketahanan 24 jenis tes standar militer dari getaran, pasir, debu, suhu dingin, suhu panas, dll. Asus Expertbook Ultra ini juga dinyatakan lolos 157 tes durabilitas antara lain tes jatuh 120 cm, tahan tumpahan air, engsel, beban berat dll.

Dengan demikian, kami pun menguji ketahanan Asus Expertbook Ultra tanpa ragu. Tim detikINET menguji daya tahan laptop ini dengan cara diinjak, disiram air, dan juga dipegang paksa dalam titik lentur terjauh pada bagian pojok bawah bodi dengan kondisi layar terbuka maksimal. Dan ternyata, ketangguhannya benar-benar terbukti, karena laptop masih bisa beroperasi dengan baik tanpa ada kerusakan fisik yang terlihat setelah kami siksa seperti itu. Video uji injak, siram air dan profil produk bisa dilihat dalam video Tiktok berikut ini:

@detikinet Laptop bisnis biasanya identik sama desain boring dan performa secukupnya. Tapi yang ini malah tipis, ringan di bawah 1Kg, performanya kuat buat editing sampai gaming 😭 ASUS ExpertBook Ultra ini bener-bener bikin bingung. Sebenarnya ini laptop kerja atau laptop creator yang nyamar jadi laptop bisnis? #detikinet #asusexpertbookultra #asusexpertbook @Asus Indonesia Official ♬ original sound - detikINET

Keyboard

Review Asus Expertbook UltraAsus Expertbook Ultra Foto: detikINET/ Rizqy Nur Amalia

Sebagai laptop bisnis, keyboard adalah nyawa utama. Asus menyematkan keyboard yang sangat lapang dengan sensasi ketikan yang luar biasa. Jarak tekan (travel distance) tutsnya terasa pas, memberikan umpan balik taktil yang empuk namun tetap renyah. Ini jelas salah satu keyboard laptop bisnis terbaik yang pernah kami coba dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, keyboard laptop biasanya mudah kotor -- misalnya seperti minyak dari jari pengguna --. Namun keyboard di Expertbook Ultra ini diberi lapisan khusus yang disebut UV Coating oleh Asus, dan selama pengujian, bisa terlihat tetap bersih dari berbagai noda.

Di bawah keyboard, terdapat haptic touchpad yang luas (sekitar 12x7 cm). Jika detikers pernah menggunakan touchpad mekanik konvensional yang sering kali keras di bagian atas, touchpad haptic ini akan terasa seperti surga. Umpan balik getarannya sangat meyakinkan, memberikan sensasi "klik" yang merata di seluruh permukaan, serta sangat responsif terhadap berbagai gestur multi-touch Windows 11.

Layar

Review Asus Expertbook UltraAsus Expertbook Ultra Foto: detikINET/ Rizqy Nur Amalia

Setiap unit ExpertBook Ultra dibekali layar 14 inci beresolusi 2880×1880 (2.8K) dengan refresh rate 120Hz. Namun, senjata rahasia sebenarnya terletak pada lapisannya.

Laptop ini menggunakan panel Corning Gorilla Glass Victus dengan finishing matte (anti-silau). Ini adalah kombinasi yang teramat langka. Kebanyakan laptop OLED di pasaran menggunakan layar glossy yang memantulkan cahaya layaknya cermin.

Berkat lapisan matte ini, Anda tetap bisa menikmati kontras tak terhingga dan reproduksi warna super kaya khas OLED, namun tetap nyaman digunakan bekerja di luar ruangan atau di bawah lampu kantor yang terang benderang.

Dari segi audio, sistem enam speaker-nya mampu menghasilkan suara yang lantang dengan sedikit dentuman bass yang pas untuk menonton film atau mendengarkan musik. Suaranya baru terasa sedikit pecah jika dipaksa ke volume 100%, namun di volume normal, kualitasnya sangat memadai.

Performa

Kini kita masuk ke suguhan utamanya. Unit yang kami ulas ditenagai Intel Core Ultra X7 358H, varian high-end dari keluarga Panther Lake. Chip ini mengemas 16 inti (4 Performance, 8 Efficient, dan 4 Low-Power Efficient).

Dalam pengujian sintetis PCMark 10, laptop ini mencetak skor impresif 9.892, melampaui prosesor AMD Ryzen AI dan Intel Core Ultra Series 2. Pada pengujian Cinebench R24 dan render video di Handbrake, arsitektur baru ini menepis keraguan banyak pihak dengan berhasil mencatatkan keunggulan tipis namun pasti atas kompetitor utamanya, termasuk menempel ketat arsitektur ARM dari Snapdragon X Elite. Lompatan dari generasi Lunar Lake benar-benar terasa signifikan di sini.

Namun, kejutan paling manis justru datang dari sektor pengolah grafis. GPU bawaan Intel Arc B390 (12 Xe core) yang tertanam di dalamnya tampil bak monster kecil. Performanya bahkan sudah menyaingi laptop dengan GPU diskrit kelas entry-level seperti RTX 3050 atau RTX 4050 keluaran lama. Kekuatan grafis sebesar ini tentu bukan hanya memanjakan para gamer kasual.

Review Asus Expertbook UltraAsus Expertbook Ultra Foto: screenshot

Saat digunakan untuk mengeksekusi beban kerja kreatif menggunakan software 3D modeling seperti Blender, terutama untuk memodelkan aset 3D yang kompleks atau merancang dan me-render custom figure karakter berskala presisi, GPU bawaan ini terbukti sangat mulus menangani viewport tanpa harus mengandalkan kartu grafis diskrit yang menguras baterai.

Baterai

Dengan baterai berkapasitas 70Wh, laptop ini sanggup bertahan sekitar 15 jam dalam pengujian playback video 4K terus-menerus. Untuk penggunaan kerja di dunia nyata--seperti mengetik di Google Docs, sesekali mengedit foto ringan di GIMP, dan browsing--baterainya menyusut di kisaran 12 jam. Angka yang sangat solid untuk bekerja seharian.

Review Asus Expertbook UltraAsus Expertbook Ultra Foto: detikINET/ Rizqy Nur Amalia

Pengujian menggunakan PCMark Office Productivity, dengan tingkat kecerahan 200 nits, Expertbook Ultra bisa bertahan selama hampir 20 jam. Sementara memutar video offline dengan resolusi 1080p dan tingkat kecerahan layar 50% butuh hampir 25 jam untuk menghabiskan baterai laptop ini.

Asus juga sangat cerdas dalam merancang tata letak port. Dua buah port Thunderbolt 4 (yang mendukung pengisian daya dan display out) diletakkan terpisah di sisi kiri dan kanan bodi. Ini memberikan fleksibilitas luar biasa untuk manajemen kabel saat dicolokkan ke charger 90W bawaannya.

Review Asus Expertbook UltraAsus Expertbook Ultra Foto: detikINET/ Rizqy Nur Amalia

Sayangnya, laptop ini tidak sempurna. Kualitas webcam 1080p yang dimilikinya tergolong biasa saja. Meski sudah dilengkapi penutup fisik (privacy shutter), kualitas tangkapan gambarnya di ruangan minim cahaya masih memiliki banyak noise. Field of view (sudut pandang) kameranya juga sangat lebar, yang mungkin tidak disukai semua orang (tergantung selera). Hasil rekaman suara dari mikrofon gandanya juga masih terdengar agak "berjarak", tipikal mikrofon laptop standar.

Meski begitu, fitur biometriknya bekerja sempurna. Sensor sidik jari di tombol daya dan kamera IR untuk Windows Hello Face Recognition mampu membuka kunci layar dalam sekejap mata.

Kesimpulan

Asus ExpertBook Ultra bukan sekadar 'casing' baru untuk memamerkan prosesor Intel Panther Lake. Laptop ini adalah paket lengkap yang dirancang dengan kematangan luar biasa. Bodinya tipis, ringan, dan super tangguh, serta performanya kencang

Ia memadukan portabilitas ekstrem, desain premium berbalut keramik, keyboard luar biasa nyaman, dan sebuah panel layar OLED matte yang sulit dicari tandingannya. Kinerja komputasi dan kekuatan grafis dari Intel Core Ultra X7 358H membuktikan bahwa batasan antara laptop tipis ringan dan laptop performa tinggi semakin memudar. Bagi detikers, baik Anda seorang eksekutif yang sering bepergian, atau seorang desainer 3D yang butuh mobilitas tinggi, Asus ExpertBook Ultra adalah salah satu inovasi teknologi paling memuaskan di tahun ini.

(asj/fay)

Berita Lainnya

Hide Ads
LIVE