Irjen Ferdy Sambo Dikuliti Analisa Drone Emprit

ADVERTISEMENT

Round Up

Irjen Ferdy Sambo Dikuliti Analisa Drone Emprit

Tim - detikInet
Jumat, 12 Agu 2022 06:15 WIB
Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Pembunuhan Brigadir Yoshua
Foto: Istimewa
Jakarta -

Reaksi publik yang sesungguhnya soal Irjen Ferdy Sambo terungkap lewat analisa Drone Emprit. Ibarat nila setitik, rusak susu sebelanga.

Founder Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi merilis data terbaru analisa Drone Emprit. Tren Polemik Kasus Penembakan Brigadir J menampilkan data media sosial dari 11 Juli - 10 Agustus 2022.

Ada sejumlah fakta yang menarik sebagai berikut:

1. Dari awal masyarakat sudah sulit untuk percaya

Dalam pemantauan pemberitaan dan perbincangan media online dan media sosial dari 11 Juli - 10 Agustus 2022, tampak pada awalnya sentimen negatif sangat menguasai. Sebelum Ferdy Sambo jadi tersangka, 53% sentimen masyarakat adalah negatif dari 11 Juli - 9 Agustus 2022 pukul 17.59 WIB.

Keterangan polisi dirasa janggal. Publik curiga dengan pelaku awal yang ditetapkan oleh polisi. Pernyataan kuasa hukum keluarga Brigadir J juga makin memicu spekulasi. Ibarat nila setitik, rusak susu sebelanga. Karena Sambo setitik, mendorong sentimen negatif terhadap institusi Polri keseluruhan.

"Hal tersebut menurunkan tingkat kepercayaan sekaligus menaikkan sentimen negatif masyarakat terhadap institusi Polri," kata dia.

Masyarakat memang sudah susah untuk dibodoh-bodohi. Oleh karena itu, penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka, menjadi titik balik krusial di media sosial. Keterangan Polri soal kronologi sebenarnya dan trending tagar #WujudPolriTegas juga menaikkan kepercayaan masyarakat.

"Peta media sosial setelah Ferdy Sambo menjadi tersangka didominasi oleh sentimen positif 89%," kata dia.

2. Ada 3 kubu di medsos dalam kasus Irjen Ferdy Sambo

Ismail menemukan bahwa netizen terbagi dalam 3 kubu. Ada kubu publik, kubu media dan kubu pro oposisi, semuanya negatif terhadap Polri untuk aspek yang berbeda.

Kubu publik menyoroti otopsi dan reputasi Polri. Kubu media menyoroti kejanggalan penembakan, intimidasi wartawan detikcom dan CNN Indonesia dan penetapan Bharada E jadi tersangka. Sementara kubu pro oposisi mendesak pencopotan Kapolri.

"Kelompok bersentimen positif (17%) apresiasi upaya Kapolri nonaktifkan FS dan mutasi 25 personel Polisi. Pengguna media sosial amplifikasi kejanggalan pada kasus penembakan Brigadir J dan desak penetapan tersangka," kata Ismail.

Usai Ferdy Sambo jadi tersangka, sentimen yang ada berubah menjadi positif sampai 89%. Ada pula 3 kubu di media sosial.

Kubu publik mengapresiasi Polri menetapkan Ferdy Sambo jadi tersangka. Kubu media menyoroti berita Ferdy jadi tersangka. Sementara kubu pro oposisi membahas Habib Bahar mengaitkan kasus ini dengan kasus KM 50.

Simak video 'Tanda Tanya Motif Irjen Sambo Habisi Nyawa Brigadir Yoshua':

[Gambas:Video 20detik]



Klik halaman selanjutnya: 'Pendukung' Ferdy Sambo >>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT