Sisi Gelap Jepang, Ribuan Orang Terpaksa Tinggal di Warnet

ADVERTISEMENT

Sisi Gelap Jepang, Ribuan Orang Terpaksa Tinggal di Warnet

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 25 Jun 2022 22:06 WIB
Tunawisma warnet Tokyo
Tunawisma yang tinggal di warnet di Tokyo. Foto: CNN
Tokyo -

Di Jepang pun ada orang yang hidup susah. Tapi sebagian dari mereka memilih tidak berada di jalanan dan tinggal di warnet atau warung internet. Kenapa demikian?

Menurut data pemerintah Tokyo, kota itu memiliki 5.126 tuna wisma di mana 4.000 di antaranya tinggal di warnet. Sisanya di bawah jembatan atau di taman-taman kota seperti gelandangan pada umumnya.

Seperti dikutip detikINET dari CNN, Sabtu (24/6/2022) mereka yang tinggal di warnet biasanya punya penghasilan, tapi tidak cukup tinggi sehingga mereka tak mampu menyewa apalagi membeli rumah atau apartemen yang lebih nyaman dan pantas.

Salah satunya pekerja konstruksi bernama Takahashi yang biasa tinggal di warnet dengan menyewa ruangan privat. Namun saat pandemi kemarin melanda, ia kehilangan pekerjaannya hingga terpaksa menggelandang di jalanan.

"Banyak perusahaan bangkrut karena pandemi. Ada banyak orang sepertiku jadi tak punya pekerjaan," kata dia.

Sebenarnya, tidak semua yang menginap di warnet tidak punya rumah. Secara keseluruhan, ada sekitar 15 ribu orang memilih menginap di warnet, banyak di antaranya adalah pegawai yang terlalu lelah untuk pulang atau ketinggalan kereta.

Salah satunya bernama Masata, seorang pekerja TI. "Kamar di warnet sini tak sepenuhnya privat, tidak ada plafonnya. Aku bisa mendengar suara atau dengkuran orang," katanya mengenai pengalaman bermalam di warnet.

Halaman selanjutnya, fasilitas warnet lengkap >>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT