Perjalanan Hidup Orang Terkaya Korea, Prihatin hingga Pernah Kerja di Warnet

Perjalanan Hidup Orang Terkaya Korea, Prihatin hingga Pernah Kerja di Warnet

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 14 Mei 2022 16:33 WIB
Pendiri Kakao Kim Beom-su
Foto: Financial Times
Jakarta -

Kim Beom-su, pendiri Kakao, menduduki puncak daftar orang terkaya Korea versi Forbes pada tahun 2022 untuk pertama kalinya dengan kekayaan bersih USD 9,6 miliar. Sebelum menjadi seperti sekarang, Beom-su hidup prihatin.

Masuknya Beom-su dalam daftar orang terkaya Korea adalah prestasi yang mengesankan, mengingat ia pernah menghadapi penyelidikan dari Komisi Perdagangan Korea pada 2021, atas dugaan laporan palsu tentang K Cube Holdings, sebuah perusahaan investasi miliknya.

Berbicara tentang perjalanan hidupnya, sulit membayangkan seperti apa kehidupan Beom-su sebelum menjadi orang dengan harta bernilai miliaran dolar. Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari The Financial Times, Beom-su yang juga dikenal dengan nama Brian Kim, sudah kenyang dengan pengalaman hidup susah.

Keluarganya berbagi kamar tidur di sebuah rumah kecil di lingkungan miskin di Seoul. Orang tuanya berjuang keras mencari nafkah. Beom-su adalah orang pertama di keluarganya yang mengenyam pendidikan hingga jenjang universitas, dan dia membiayai kuliahnya dengan menjadi guru les privat.

"Kami menempuh jalan kami sendiri karena orang tua saya tidak punya waktu untuk merawat kami. Orang tua kami memberikan tingkat otonomi yang besar. Hal ini mengajari saya rasa tanggung jawab," kata Beom-su dalam wawancara tersebut.

Pernah kerja di Samsung dan Buka Warnet

Dia memulai karir sebagai engineer software Samsung SDS, unit layanan IT di Samsung. Selanjutnya dia keluar dari Samsung setelah bekerja selama lima tahun untuk membuka warnet. Sambil mengembangkan warnetnya, ia kemudian meluncurkan portal game online Hangame, yang kemudian bergabung dengan mesin pencari Naver menjadi web portal dominan Korea Selatan, NHN.

Setelah memimpin NHN selama lima tahun, ia pindah ke Silicon Valley, Amerika Serikat (AS) pada tahun 2005 untuk memperluas eksistensi perusahaannya di AS. Namun, hal itu lebih sulit dari yang ia bayangkan. Akhirnya Beom-su meninggalkan NHN dan memulai usaha lain.

Pendiri Kakao Kim Beom-suPendiri Kakao Kim Beom-su dan salah satu karakter Kakao Talk. Foto: Financial Times

Mendirikan Kakao

Pada tahun 2007, iPhone pertama dirilis. Beom-su yang saat itu sedang berada di California terpukau dengan smartphone tersebut. Dia dan anggota Iwilab (sekarang Kakao) yang dia dirikan pada tahun 2006, mengembangkan aplikasi messenger untuk produk seluler baru.

Saat itu sudah melihat ke depan dan percaya bahwa smartphone akan digunakan sebagai alat komunikasi utama di masa depan. Menurut The Korea Herald, Beom-su akhirnya mengembangkan KakaoTalk yang kemudian bergabung dengan portal web Daum menjadi Kakao.

Sempat ramai dilaporkan Korea Times, Beom-su mempekerjakan putranya Kim Sang-bin dan putrinya Kim Ye-bin untuk bekerja di K Cube Holdings, perusahaan induk Kakao, pada tahun 2020.

Orang dalam melihat langkah tersebut sebagai cara untuk memastikan suksesi yang mulus untuk mempersiapkan anak-anaknya suatu saat nanti mengambil alih perusahaan. Dia juga dilaporkan memberi istri dan dua anaknya masing-masing 60.000 saham Kakao, senilai total lebih dari USD 20 juta.

Terlibat skandal perjudian

Perjudian adalah ilegal baik di dalam negeri maupun di luar negeri, menurut hukum Korea. Jadi, ketika jaksa Korea mendapat kabar dari Departemen Kehakiman AS bahwa Beom-su diduga menghabiskan hampir 21 jam berjudi di Hotel Bellagio di Las Vegas pada tahun 2007, laporan ini menjadi skandal besar.

Beom-su disebut menghabiskan rata-rata USD 2.440 per sesi perjudian dan kehilangan USD 16.993 selama proses persidangannya berlangsung. Juru bicara Kakao menolak untuk mengomentari penyelidikan ini, ketika pemberitaan tersebut ramai diperbincangkan publik pada tahun 2015.

Ikut "geng" amal bareng Bill Gates cs

Pada Maret 2021, Beom-su menandatangani The Giving Pledge, sebuah perjanjian orang-orang terkaya di dunia, termasuk Bill Gates, Melinda French, dan Elon Musk untuk mendedikasikan sebagian besar kekayaan mereka untuk tujuan amal.

Dia mengatakan, donasi yang dikeluarkannya ditujukan untuk memecahkan masalah sosial, khususnya di bidang pendidikan. Tahun ini, ia mengundurkan diri sebagai ketua dewan Kakao. Keputusan itu ia lakukan untuk mengeksplorasi peluang yang lebih besar di luar negeri dalam bisnis platform yang berfokus pada seluler.



Simak Video "Harta Elon Musk Kini Tembus Rp 4.000 Triliun!"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)