Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Apple M5 Punya 'Super Core', Beneran Kencang atau Cuma Ganti Nama?

Apple M5 Punya 'Super Core', Beneran Kencang atau Cuma Ganti Nama?


Anggoro Suryo - detikInet

Apple M5
Foto: Apple
Jakarta -

Apple melakukan perubahan penting dalam desain prosesor generasi terbarunya lewat peluncuran chip Apple M5 Pro dan Apple M5 Max. Selain peningkatan performa, Apple juga memperkenalkan klasifikasi inti CPU baru bernama "super core".

Sebelumnya, arsitektur prosesor Apple menggunakan pembagian sederhana antara performance core untuk tugas berat dan efficiency core untuk tugas ringan yang hemat daya. Pada generasi M5, Apple mengubah struktur tersebut menjadi tiga lapisan inti CPU.

Kini inti CPU paling kuat disebut super core. Sementara itu, chip M5 Pro dan M5 Max memiliki performance core baru yang berada di tengah--lebih cepat dari efficiency core namun tidak seboros daya super core, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Minggu (8/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Pendekatan ini membuat desain CPU Apple menjadi lebih bertingkat. Efficiency core tetap digunakan pada varian dasar M5 untuk menangani proses ringan, sementara performance core baru difokuskan untuk beban kerja multithread yang lebih berat.

Dengan struktur tersebut, perbedaan peran antar inti CPU menjadi tidak lagi terlalu ekstrem. Jika sebelumnya performance core mengerjakan hampir semua tugas berat, kini sebagian beban dapat dialihkan ke performance core kelas menengah tanpa harus langsung menggunakan super core yang lebih boros daya.

Perubahan istilah ini memang terlihat seperti langkah pemasaran, tetapi sebenarnya mencerminkan evolusi arsitektur internal Apple Silicon. Apple ingin menekankan bahwa inti sekunder pada chip kelas Pro dan Max kini tidak lagi hanya menangani tugas ringan.

Selain perubahan desain CPU, Apple juga memperkenalkan teknologi Fusion Architecture. Pendekatan ini menggunakan metode multi-die packaging, yakni menggabungkan beberapa keping silikon dalam satu paket prosesor.

Dengan desain modular seperti ini, Apple dapat meningkatkan jumlah komponen komputasi tanpa harus membuat satu chip monolitik berukuran sangat besar. Strategi tersebut juga memudahkan perusahaan membuat berbagai varian prosesor untuk produk berbeda.

Contohnya terlihat pada M5 Pro dan M5 Max yang memiliki struktur CPU serupa, tetapi berbeda di konfigurasi GPU. M5 Pro dibekali GPU 20 core, sementara M5 Max memiliki hingga 40 core.

Pendekatan modular ini juga membuka peluang bagi Apple untuk mengembangkan chip yang lebih besar di masa depan, seperti varian Ultra, tanpa harus mendesain ulang arsitektur CPU dari awal.

Bagi pengguna Mac, perubahan ini mungkin tidak terasa secara langsung. Namun secara teknis, desain baru tersebut memungkinkan Apple meningkatkan skalabilitas prosesor, mempercepat pengembangan generasi berikutnya, serta meningkatkan efisiensi produksi chip di masa depan.




(asj/rns)




Hide Ads