Elon Musk Hadirkan Mimpi Buruk ke Pegawai Twitter

Elon Musk Hadirkan Mimpi Buruk ke Pegawai Twitter

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 19 Jun 2022 07:15 WIB
Elon Musk
Elon Musk. Foto: Associated Press
Jakarta -

Elon Musk bertemu untuk pertama kalinya dengan para karyawan Twitter secara virtual. Walau masih dalam proses membeli Twitter, pria kelahiran Afrika Selatan ini seakan sudah menghadirkan mimpi buruk pada para karyawan.

Pertama, Elon Musk menyatakan secara tersirat bahwa akan terjadi PHK di Twitter. Musk mengatakan perlu ada rasionalisasi jumlah karyawan dan pengeluaran perusahaan.

"Saat ini, biaya melebihi pendapatan. Siapapun yang... merupakan kontributor (karyawan-red) signifikan seharusnya tidak perlu khawatir," ucapnya.

Kemudian jika nanti sudah mengendalikan Twitter, kemungkinan sistem WFH atau Work From Home akan jauh lebih dibatasi. Seperti diketahui, dikutip detikINET dari Forbes, Elon Musk lebih suka karyawan bekerja di kantor saja.

Elon Musk mengatakan karyawan Twitter harusnya lebih condong kerja di kantor, tapi ia bersedia membuat beberapa pengecualian. "Saya mendukung bekerja secara langsung (di kantor), tetapi jika seseorang kerjanya luar biasa, maka bekerja dari rumah boleh saja," kata Musk.

Dengan demikian, Elon Musk seolah sudah memecut para karyawan Twitter untuk bekerja lebih keras dan menjaga performanya. Hal itu perlu dilakukan agar terhindar dari PHK dan juga tetap bisa bekerja dari rumah jika mereka ingin.

Sebelumnya diberitakan, orang terkaya di dunia ini meminta karyawan Tesla untuk kembali bekerja di kantor atau keluar dari perusahaan. Ia menyatakan karyawan ingin bekerja secara remote harus datang ke kantor minimal 40 jam dalam seminggu.

"Siapapun yang ingin bekerja secara remote harus berada di kantor minimal (dan saya maksud *minimum*) 40 jam per minggu atau tinggalkan Tesla. Ini kurang dari yang kami minta dari karyawan pabrik," kata Elon Musk dalam email.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)