Roy Suryo Dinilai Ikut Sebarkan Meme Stupa Borobudur

Roy Suryo Dinilai Ikut Sebarkan Meme Stupa Borobudur

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 16 Jun 2022 18:08 WIB
Roy Suryo drop postingan foto stupa Candi Borobudur mirip Jokowi, Selasa (14/6/2022)
Foto: dok. Twitter @KRMTRoySuryo2
Jakarta -

Roy Suryo mengunggah stupa Borobudur foto editan berwajah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meski postingan itu dikatakan meme dan buatan netizen lain, seharusnya Roy Suryo memahami betul isi postingan tersebut dan dampak hukumnya.

Menurut Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, bahwa Roy Suryo sebagai salah satu influencer, postingan yang diunggh tentunya bisa menjangkau banyak orang. Tindakan Roy Suryo berakibat tersebarnya informasi meme stupa Borobudur itu secara luas.

"Kalau memposting dan akhirnya dibaca banyak orang, kan jadinya ikut menyebarkan informasi yang tidak benar. Bahkan dampak yang terjadi, postingan Pak Roy Suryo lebih banyak menjangkau orang daripada postingan aslinya. Karena kan beliau salah satu influencer yang terkenal juga," ungkap Pratama, Kamis (16/6/2022).

Pratama mengatakan bahwa dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pembuat dan penyebar informasi bisa mendapatkan hukuman yang sama. Aturan yang dilanggar itu tercantum dalam UU ITE Pasal 27 Ayat 3 tentang penyebaran konten penghinaan atau pencemaran nama baik.

"Dan kalau mau nuntut, kan harus korbannya langsung. Sepertinya Pak Jokowi sih nggak akan menuntut. Terlalu bijak beliau untuk hal-hal seperti ini," ucapnya.

Postingan stupa Borobudur foto editan berwajah Jokowi itu memang sudah dihapus oleh Roy Suryo, tetapi bukan tidak mungkin sudah ada yang men-capture-nya. Sehingga, tetap saja hal itu bisa dijadikan sebagai bukti dan banyak saksinya.

"Kalau ada yang sudah meng-capture, tetap bisa dijadikan bukti dan banyak saksi juga kan," ucapnya.

Adapun Roy Suryo berdalih ia adalah saksi dalam hal ini dengan berlindung pada UU No 31/2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Menurut Pratama, dalih itu tidak bisa diterima, karena seorang saksi seharusnya tidak ikut menyebarkan konten.

"Kalau saksi, tidak perlu menyebarkan lagi di ranah publik," pungkasnya.

Sebelumnya, Roy Suryo menyinggung kenaikan tarif masuk Candi Borobudur dari Rp 50 ribu menjadi Rp 750 ribu di Twitter.

"Mumpung akhir pekan, ringan2 saja Twit-nya. Sejalan dgn Protes Rencana Kenaikan Harga Tiket naik ke Candi Borobudur (dari 50rb) ke 750rb yg (sdh sewarasnya) DITUNDA itu, Banyak Kreativitas Netizen mengubah Salahsatu Stupa terbuka yg Ikonik di Borobudur itu, LUCU, he-3x 🤣 AMBYAR," cuit Roy Suryo.

Dalam unggahan itu pula, Roy Suryo menyertakan 2 foto meme stupa candi Borobudur yang sudah diedit wajahnya menjadi mirip presiden Jokowi dan memuat kalimat hinaan.

Saksikan LIVE! d'Mentor: Belajar Bisnis Syariah

(agt/fay)