TikTok Digugat Usai Bocah Meninggal Karena Blackout Challenge

TikTok Digugat Usai Bocah Meninggal Karena Blackout Challenge

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 15 Mei 2022 20:12 WIB
TikTok
TikTok Meninggal Setelah Bocah 10 Tahun Meninggal Gegara Blackout Challenge Foto: Unsplash/Kon Karampelas
Jakarta -

Seorang ibu di Pennsylvania, Amerika Serikat menggugat TikTok dan perusahaan induknya ByteDance karena diduga mempromosikan konten yang menyebabkan putrinya meninggal dunia.

Dalam gugatannya, Tawainna Anderson mengatakan putrinya Nylah yang berusia 10 tahun meninggal dunia tahun lalu setelah mencoba 'Blackout Challenge' yang muncul di TikTok. Challenge tersebut mendorong pengguna untuk merekam dirinya saat menahan napas atau membuat dirinya sesak napas sampai pingsan.

Anderson mengatakan ia menemukan putrinya dalam kondisi tidak sadarkan diri pada 7 Desember 2021 dan langsung membawanya ke rumah sakit. Tapi lima hari kemudian Nylah meninggal dunia karena luka yang dideritanya.

Dokumen pengadilan mengklaim bahwa Nylah melihat video challenge tersebut di halaman 'For You' setelah direkomendasikan oleh algoritma Tiktok yang menganggap konten tersebut menarik untuk ditonton oleh Nylah.

"Sudah saatnya tantangan berbahaya ini berakhir. Ini harus diubah, ini harus dihentikan karena saya tidak ingin orang tua lainnya mengalami apa yang saya alami," kata Anderson dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Gizmodo, Minggu (15/5/2022).

Sebelum kasus Nylah, Blackout Challenge sebelumnya telah memakan beberapa korban yang usianya masih anak-anak. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Italia meninggal dunia setelah mencoba challenge ini pada Januari 2021, dan seorang anak laki-laki di Colorado, AS meninggal dunia pada April 2021 setelah mengikuti challenge ini.

Konten Blackout Challenge dilaporkan telah beredar di TikTok selama bertahun-tahun, tapi variasi dari tantangan ini telah menjadi bagian dari permainan anak-anak di sekolah selama beberapa dekade.

"'Tantangan' yang mengerikan ini, yang tampaknya dipelajari orang-orang dari sumber selain TikTok, sudah lama ada sebelum platform kami dan tidak pernah jadi tren TikTok," kata juru bicara TikTok dalam keterangan resminya.

"Kami tetap waspada dalam komitmen kami terhadap keamanan pengguna dan akan segera menghapus konten terkait jika ditemukan. Simpati terdalam kami ditujukan kepada keluarga atas kehilangan mereka yang tragis," sambungnya.

Gugatan ini bukan satu-satunya yang dihadapi TikTok terkait dugaan mempromosikan konten berbahaya untuk anak-anak. Pada Maret 2022, jaksa di beberapa negara bagian AS meluncurkan investigasi untuk mencari tahu apakah TikTok berbahaya untuk anak muda, dan apakah mereka menyadari konten yang dilihat pengguna berusia muda.



Simak Video "Sebentar Lagi Bisa Main Game di TikTok"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)