Asal Usul Komunitas La Sape di Kongo, Hidup Susah yang Penting Gaya

Asal Usul Komunitas La Sape di Kongo, Hidup Susah yang Penting Gaya

Tim - detikInet
Minggu, 17 Apr 2022 11:06 WIB
La Sape adalah komunitas pencinta fashion di Kongo. Mereka rela susah makan ketimbang melepas hobi mereka memakai pakaian desainer ternama Eropa.
Asal Usul Komunitas La Sape di Kongo, Hidup Susah yang Penting Gaya. Foto: dok. La Sape
Jakarta -

Komunitas La Sape di Republik Kongo, Afrika, viral di media sosial. Komunitas ini dikenal karena pilihan hidupnya yang ekstrem, mereka rela hidup susah asal bisa tampil gaya.

Dari mana asal usul La Sape? La Sape adalah singkatan dari Société des ambianceurs et des personnes elegantes atau Society of Atmosphere-setters and Elegant People.

Dikutip dari Al Jazeera, asal-usul La Sape diyakini bermula di awal abad ke-20 di masa penjajahan Belgia-Prancis di mana budak Kongo bekerja untuk mendapatkan pakaian bekas.

Di luar jam kerja, para pria Kongo mulai berpakaian seperti "pria Prancis" yang fashionable, ditandai dengan pakaian warna-warni, sepatu mewah, aksesoris seperti topi bowler, tongkat, dan kacamata hitam. Mengenakan pakaian seperti itu, mereka merasa keren dan mendapatkan energi serta kegembiraan.

Orang-orang ini disebut sapeurs (atau sapeuses bagi perempuan). Pada saat itu, La Sape adalah bentuk eskpresi sosial dari orang-orang yang pernah dijajah. Sapeurs menggunakan gerakan ini sebagai pelarian dari kesengsaraan mereka, yang kemudian menjadi inspirasi bagi komunitas lain.

Namun, saat ini La Sape adalah ideologi gerakan tentang menjadi bahagia dan elegan bahkan jika seseorang sebenarnya kekurangan makan. La Sape lebih dari sebuah subkultur. Ini adalah bagian penting dari budaya Kongo. Bahkan, para politisi dan musisi menghormati gerakan ini.

"Bagi saya, La Sape hanyalah tentang kebersihan: Saya merasa nyaman dengan setelan Ozwald Boateng saya, jadi saya memakainya," kata Aime Champaigne, salah satu pengikut gerakan La Sape.

Sementara itu, orang-orang Kongo yang skeptis tentang La Sape mendefinisikan gerakan ini sebagai obsesi yang membuat mereka kecanduan dan tidak dapat dihentikan bahkan jika kita merasa hal itu salah.

*Artikel ini sebelumnya tayang di CNBC Indonesia dengan judul "Asal Usul Komunitas La Sape di Kongo, Rela Miskin Asal Gaya".



Simak Video "Biarawati Kongo Atasi Pemadaman dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)