Smartphone murah paling terdampak oleh kenaikan harga RAM, tapi hal itu diprediksi akan meluas ke perangkat yang lebih mahal. Laporan terbaru menunjukkan perangkat dengan harga di bawah USD 400 mulai terkena dampaknya dan diprediksi akan menghilang perlahan.
Omdia merilis laporan baru yang mengatakan RAM kini menyumbang hingga 64% dari biaya komponen smartphone. Angka itu untuk ponsel ultra murah yang dijual dengan harga USD 99 atau lebih murah.
Namun, untuk ponsel di segmen USD 100-400 angkanya tidak jauh berbeda, di mana harga memori menyumbang sekitar 59% dari total biaya komponen smartphone. Sebagai perbandingan, harga memori hanya menyumbangkan 32% dari total biaya komponen smartphone di segmen tersebut pada Q3 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupanya, USD 400 adalah titik kritis saat ini, di mana produsen smartphone akan menaikkan harga untuk perangkat di segmen ini atau memangkasnya dari lini produk. Omdia memperkirakan penjualan smartphone dengan harga di bawah USD 400 akan turun 22% dibanding tahun lalu.
"Berdasarkan tren harga memori untuk beberapa kuartal mendatang, product low-end sudah mulai tidak menguntungkan dan permintaannya berisiko turun karena harga ritel terus melonjak," tulis Omdia dalam laporannya, seperti dikutip dari 9to5Google, Rabu (8/7/2026).
"Akibatnya, vendor ponsel secara proaktif dan bertahap mundur dari segmen low-end tahun ini," sambungnya.
Omdia menambahkan bahwa meskipun kemungkinan akan terjadi penurunan tajam pada segmen ponsel murah, pengapalan ponsel lebih mahal dengan harga di atas USD 400 diprediksi naik 5,7% tahun ini.
Laporan tersebut juga mengindikasikan vendor ponsel akan menurunkan spesifikasi perangkat untuk menghemat biaya yang dialokasikan untuk RAM. Bentuk penghematannya antara lain menurunkan kualitas panel display, menggunakan lebih sedikit kamera atau sensor yang lebih kecil, serta menggunakan chipset generasi sebelumnya.

