Banyak Tank Rusia Keok di Ukraina, Kenapa?

Banyak Tank Rusia Keok di Ukraina, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 04 Apr 2022 20:00 WIB
Ukrainian soldiers pass on top of an armored vehicle next to destroyed Russian tanks in the outskirts of Kyiv, Ukraine, Thursday, March 31, 2022. Russian forces shelled Kyiv suburbs, two days after the Kremlin announced it would significantly scale back operations near both the capital and the northern city of Chernihiv to “increase mutual trust and create conditions for further negotiations.” (AP Photo/Rodrigo Abd)
Tank rusia yang hancur di Ukraina. Foto: AP Photo
Kyiv -

Invasi ke Ukraina jelas menimbulkan kerugian yang tak sedikit bagi Rusia, termasuk dalam hal kendaraan perang seperti tank. Mengapa tank Rusia seakan lemah dan mudah dihancurkan oleh Ukraina?

Seperti dikutip detikINET dari Interesting Engineering, banyak foto dan video bertebaran di media sosial, menampakkan tank Rusia yang rusak dirudal. Bahkan menurut Business Insider, Ukraina berhasil menghancurkan sekitar 10% perangkat militer Rusia.

Data itu tampaknya tidak akurat, namun memang benar bahwa Rusia harus menghadapi senjata anti tank canggih seperti Javelin dari Amerika Serikat atau rudal Next Generation Light Antitank Weapon dari Inggris. Maka tak heran jika banyak tank Rusia berhasil disergap.

Data lain menurut website Oryx, Rusia mungkin kehilangan sekitar 279 dalam penyerbuannya ke Ukraina, di mana 116 tank dihancurkan, 4 rusak, dan 41 ditinggalkan. Sekitar 118 tank berhasil direbut oleh pihak Ukraina.

Kedengarannya jumlah yang amat banyak namun Rusia punya sekitar 12 ribu tank tempur walau sebagian besar desainnya jadul dari zaman Uni Soviet, seperti T-72, yang usianya sekitar 50 tahun. Angka kehilangan itu juga belum dapat dipastikan tepat, bisa jadi adalah propaganda.

Nah, banyaknya tank Rusia yang rusak di Ukraina itu membuat beberapa pakar bahkan menilai tank mungkin sudah tak ampuh lagi menjadi kendaraan tempur. Namun demikian, kesimpulan itu dinilai terburu-buru.

Lantas kenapa tank Rusia seakan mudah dilumpuhkan? "Masalah utama tampaknya karena ketidakmampuan Rusia untuk memberi suplai dan menjaga tank itu. Kebanyakan kendaraan perangnya juga dirawat dengan buruk dan garis suplai terlalu luas," sebut Interesting Engineering.

"Tak hanya itu, unit besar tank tampaknya terpapar tanpa adanya dukungan infantri atau dukungan udara, sebuah kelemahan besar. Memang tank, yang tua seperti T-72, secara teknis kalah dibandingkan tank modern. Namun bukan berarti tak mematikan jika dirawat dan digunakan dengan efektif," tambah mereka.



Simak Video "Zelensky Tak Percaya Klaim Rusia Ingin Akhiri Perang "
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)