Proses Digitalisasi Sekolah Bisa Dipercepat dengan Cara Ini

Proses Digitalisasi Sekolah Bisa Dipercepat dengan Cara Ini

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 29 Mar 2022 14:40 WIB
A teacher wearing a N95 Face masks teaches mathematics at an High School
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/izusek
Jakarta -

Guna mendukung peningkatan kemampuan TIK para guru pemerintah melakukan sejumlah inisiatif, termasuk menggelar pelatihan penggunaan akun pembelajaran Belajar.id untuk meningkatkan efektivitas pengajaran.

Melalui pelatihan ini, guru-guru diajarkan untuk menggunakan beragam aplikasi yang memudahkan kegiatan belajar-mengajar, seperti Google Workspace for Education, Google Classroom, dan masih banyak lagi. Sebagai hasilnya, kini kemampuan para tenaga pendidik ini meningkat.

Pelatihan ini melibatkan beberapa narasumber tingkat nasional dan dilakukan secara online, termasuk yang diikuti sekolah di Kabupaten Kediri. Hingga saat ini, ribuan guru di Kabupaten Kediri yang telah mengikuti pelatihan ini.

"Dulu guru rata-rata masih gaptek, enggak mau pakai komputer dan platform digital. Semua dilakukan secara manual dan proses kerja lebih lambat. Dengan pandemi ini, mau enggak mau, bisa enggak bisa, semua harus belajar. Kini, akhirnya semua jadi terbiasa," jelas Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Nur Miftahul Fuad, Selasa (22/3/2022), dalam keterangan yang diterima detikINET.

Berkat pelatihan tersebut pula, pria kelahiran Kediri ini menjelaskan bahwa minat para guru dalam mengembangkan pengetahuan TIK nya pun semakin besar. Salah satu buktinya yakni aktivasi akun Belajar.id di Kabupaten Kediri masuk peringkat satu yang paling banyak diakses di Jawa Timur.

Selain pelatihan akun pembelajaran Belajar.id, Disdik Kabupaten Kediri juga memiliki program lainnya, seperti workshop digital learning yang diikuti 6.000 guru secara online. Ada pula pelatihan offline seperti workshop smart learning yang juga bertujuan meningkatkan pemahaman para guru terkait penggunaan TIK

Ia juga mengatakan, antusiasme guru yang cukup tinggi juga tecermin dari banyaknya calon peserta yang mendaftar ketika pelatihan baru dibuka. Pihaknya bahkan sampai menyortir peserta berdasarkan siapa yang terlebih dahulu mendaftar.

Semua jenis pelatihan dan bantuan TIK ini fokusnya pada pemanfaatan kegiatan belajar-mengajar di kelas. "Kita harapkan ada tindak lanjutnya, tidak hanya sekedar pelatihan. Jadi, ini untuk semua satuan pendidikan, baik itu sekolah yang mendapat bantuan TIK maupun tidak," tegas Fuad.

Fuad pun mengaku telah mengingatkan pihak sekolah untuk memaksimalkan bantuan TIK yang telah mereka terima sehingga proses belajar-mengajar menjadi lebih maksimal.



Simak Video "Pramugari Garuda Pakai Face Shield Ketimbang Baju APD, Ini Kata Dokter"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)