Perang Deepfake Putin dan Zelensky Warnai Konflik Rusia-Ukraina

ADVERTISEMENT

Perang Deepfake Putin dan Zelensky Warnai Konflik Rusia-Ukraina

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 19 Mar 2022 05:40 WIB
7 Fakta Kuliner Vladimir Putin, Termasuk Rasa Es Krim Favoritnya
Perang Deepfake Putin dan Zelensky Warnai Konflik Rusia-Ukraina Foto: Getty Images via Mashed
Jakarta -

Media sosial jadi bagian yang tidak terpisahkan dari invasi Rusia ke Ukraina. Platform media sosial tidak hanya digunakan untuk memberikan update terbaru tentang konflik, tapi juga untuk menyebarkan misinformasi dalam bentuk video deepfake.

Video deepfake terbaru terkait konflik ini memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan damai dengan Ukraina. Video ini diunggah di Twitter oleh @sternenko dan telah ditandai sebagai media yang dimanipulasi.

"Presiden Federasi Rusia mengumumkan Rusia telah menyerah. Tentara Rusia, turunkan senjatamu dan pulang selagi kalian masih hidup," tulis @sternenko dalam cuitannya, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (19/3/2022). Dalam cuitan selanjutnya, @sternenko mengatakan bahwa video itu sebenarnya palsu.

Menurut tim pengecek fakta dari Reuters, klip dari video tersebut diambil dari pidato Putin pada 21 Februari sebelum pasukan Rusia menyerang Ukraina, tapi audio aslinya diganti dengan audio baru. Reuters berhasil melakukan pencarian terbalik dari keyframe di video palsu dan menemukan klip aslinya di situs resmi kepresidenan.

Pengecek fakta menemukan kesamaan antara video asli dan palsu karena keduanya memperlihatkan gestur tangan Putin. Saat tangannya berada di atas meja dan kepalanya sedikit miring terlihat di kedua video pada waktu yang berdekatan.

Dalam video tersebut, Putin terlihat mengatakan, "Kami berhasil mencapai perdamaian dengan Ukraina", sebelum mengumumkan akan mengembalikan kemerdekaan Krimea sebagai bagian dari Ukraina.

Pernyataan itu tentu tidak benar, karena hingga 19 Maret Putin belum mengumumkan perdamaian dengan Ukraina. Seorang pembicara bahasa Rusia juga memastikan bahwa audio dalam klip itu tidak terdengar seperti Putin dan gerakan bibirnya tidak sinkron dengan pidatonya.

Ini bukan deepfake pertama yang menyebar di internet setelah Rusia memulai serangannya di Ukraina. Belum lama ini, video deepfake yang memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku menyerah kepada Rusia.

Kualitas video deepfake itu terbilang sangat buruk sehingga mudah dikenali sebagai video yang sudah dimanipulasi. Tidak lama kemudian video itu langsung dihapus dari platform media sosial seperti Facebook dan YouTube.

Setelah video deepfake itu viral, Zelensky langsung memberikan klarifikasinya lewat Instagram. "Adapun provokasi kekanak-kanakan terbaru dengan seruan untuk meletakkan senjata, saya hanya menyerukan kepada pasukan Federasi Rusia untuk meletakkan senjata mereka dan pulang. Kami di sini dan akan membela Ukraina," kata Zelensky.



Simak Video "Sekutu Akui Rusia Buat Kesalahan Sehingga Dipukul Mundur Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT