Serangan Rusia ke Ukraina Tak Patut Jadi Bahan Meme dan Candaan

ADVERTISEMENT

Kolom Telematika

Serangan Rusia ke Ukraina Tak Patut Jadi Bahan Meme dan Candaan

Hariqo Satria - detikInet
Jumat, 25 Feb 2022 17:45 WIB
Perang Rusia-Ukraina telah dimulai. Korban jiwa berjatuhan. Pertumpahan darah dan isak tangis pun tak terbendung.
Foto: Reuters
Jakarta -

Rusia benar-benar melampiaskan ancamannya menyerang dan melakukan invasi terhadap Ukraina pada Kamis (24/2). Peristiwa ini menjadi sorotan dunia. Di media sosial, tagar tentang Rusia dan Ukraina ramai dan menjadi trending topic. Namun tak jarang juga yang menjadikannya bahan meme dan candaan.

Dengan dimulainya serangan Rusia ke Ukraina tentu akan ada korban dari anak-anak, wanita, para orangtua serta warga dari kedua negara. Ada tiga hal yang perlu kita ingat.

Pertama, empati digital. Sepatutnya kita tidak memposting canda-candaan, karena jelas ada korban yang meninggal dunia. Banyak orang mencari info perkembangan situasi di internet, namun tertutupi oleh candaan tidak bermutu. Hati-hati juga menggunakan emotikon serta emoji yang bisa menimbulkan salah paham.

Kedua, terus dan selalu menyerukan perdamaian lewat berbagai saluran media sosial, agar perang tidak meluas. Hindari ujaran provokatif. Cinta damai adalah karakter bangsa Indonesia.

Ketiga, tidak membuat dan menyebarkan konten hoax. Karena, konten hoax dapat membuat situasi buruk, baik di dalam maupun luar negeri. Perhatikan tanggal rilis foto, video dari media atau dari medsos. Cek, lalu kembali cek dengan teliti sebelum menyebarkan apa pun.

Untuk diketahui, serangan Rusia dimulai dengan ledakan di sejumlah kota di Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv, Odessa, Kharkiv dan Mariupol. Hingga saat ini ketegangan masih berlangsung.


*) Hariqo Satria adalah pengamat media sosial dari Komunikonten, CEO Global Influencer School.



Simak Video "Melihat dari Udara Kota Borodyanka, Korban Pertempuran Rusia-Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT