Antara Meta, Metaverse, dan Blockchain, Apa Bedanya?

ADVERTISEMENT

Kolom Telematika

Antara Meta, Metaverse, dan Blockchain, Apa Bedanya?

- detikInet
Kamis, 17 Feb 2022 17:30 WIB
Facebook employees take a photo with the companys new name and logo outside its headquarters in Menlo Park, Calif., Thursday, Oct. 28, 2021, after the company announced that it is changing its name to Meta Platforms Inc. (AP Photo/Tony Avelar)
Foto: AP/Tony Avelar
Jakarta -

Metaverse mendadak populer ketika Facebook mengumumkan mengubah namanya menjadi Meta di bulan Oktober 2021 dan menyatakan Meta mewakili apa yang sedang dikerjakan oleh Facebook ke depannya.

Pandangan ini tidak bisa dianggap remeh karena Mark Zuckerberg terbukti berhasil memprediksi arah perkembangan dunia digital ketika Web 2.0 menggantikan Web 1.0 dengan akuisisi layanan yang menjadi raja Web 2.0 hari ini seperti Instagram dan WhatsApp.

Hal ini juga diikuti oleh langkah Microsoft mengakuisisi Activision Blizzard dengan nilai USD 68,7 miliar atau sekitar Rp 975 triliun. Menjadikan Microsoft sebagai perusahaan game ketiga terbesar di dunia setelah Tencent dan Sony.

Dua hal ini memiliki benang merah dan menjadi pertaruhan besar bagi dua perusahaan IT terbesar di dunia ini dan benang merah tersebut adalah Metaverse.

Apakah Metaverse adalah Meta?
Tidak dapat dipungkiri kalau Metaverse menjadi populer dan diperbincangkan banyak orang karena Meta. Horizon World milik Meta yang bisa diakses secara gratis jika anda membeli perangkat kacamata VR Oculus adalah Metaverse.

Namun Horizon World bukan satu-satunya Metaverse, dan dari sisi pengakses dan kapitalisasi pasar Horizon World malah tidak masuk sebagai platform Metaverse terbesar yang saat ini dikuasai oleh Decentraland, Sandbox dan Axie Infinity.

Meta adalah metaverse, tetapi metaverse itu lebih dari sekedar dunia virtual yang hanya bisa diakses dengan perangkat VR khusus seperti Oculus. Metaverse itu sudah ada jauh sebelum group Facebook merubah nama jadi Meta.

Meta adalah jargon marketing dari Facebook karena Facebook memiliki prediksi kalau metaverse ini penting dan merupakan arah berikutnya dari perkembangan internet (Web 3.0) dan mereka ingin memfokuskan diri dan berlari di depan supaya bisa mendapatkan manfaat terbesar dari dunia baru yang akan menjelang ini.

Untuk mengakses metaverse seperti Decentraland, Sandbox dan Axie Infinity tidak membutuhkan perangkat khusus seperti kacamata VR atau AR. Hanya berbekal komputer biasa dengan layar komputer saja sudah cukup untuk mengakses layanan metaverse.

Malah sebenarnya yang lebih esensial untuk mengakses metaverse itu bukan perangkat keras tambahan, melainkan akses ke sistem keuangan kripto yang akan menghubungkan aset di dunia khayalan game ke mata uang riil di kehidupan nyata.

Metaverse dan Kripto
Metaverse tidak bisa dipisahkan dari perkembangan dunia kripto yang dimotori oleh blockchain dan mendisrupsi banyak sektor. Salah satu sektor yang berkembang sangat pesat karena disrupsi blockchain adalah dunia game.

Selama ini pemain game menikmati keahlian, kerja keras dan pencapaian didunia game hanya terbatas pada dunia dimana game tersebut dimainkan. Sebagai contoh anda bisa merasa sebagai juragan tanah karena memiliki ratusan hektar tanah di farmville dan kaya raya, anda bisa menjadi raja properti dan memiliki gedung bertingkat di Sim City atau anda bisa memiliki jutaan koin emas di game Pokemon Go yang bisa digunakan untuk membeli banyak buff pada gema Pokemon Go.

Namun semua itu hanya berlaku di dunia game. Di dunia nyata alias di luar dunia game, semua pencapaian, aset dan harta anda tidak ada nilainya di dunia nyata.

Manfaat finansial di dunia game sifatnya hanya satu arah, hanya produsen game yang mendapatkan keuntungan finansial karena menyediakan game dan pemain game yang harus membayar untuk bermain game.

Mirip seperti ketika Web 1.0 yang hanya memiliki sifat informasi 1 arah yang lalu digantikan Web 2.0 yang memungkinkan interaksi 2 arah dan menandai kebangkitan media sosial, metaverse dengan dukungan blockchain sekarang memungkinkan pemain game untuk mendapatkan keuntungan finansial langsung dari bermain game.

Semua ini bisa terwujud karena adanya pasar pertukaran mata uang kripto yang likuid dan memungkinkan aset dunia digital NFT di game dikonversikan menjadi uang di dunia nyata ini.

Hal inilah yang dirubah oleh metaverse yang berkolaborasi dengan blockchain menjadi blockchain game dimana aset di dunia game yang selama ini tidak ada nilainya di dunia nyata bisa dikonversikan menjadi aset di dunia nyata.

Tentu menjadi jelas bahwa motivasi mendapatkan keuntungan finansial dari bermain game akan menarik banyak orang berlomba-lomba memasukin dunia metaverse bermain game guna mendapatkan keuntungan finansial langsung dari aktivitas game.

Jadi manfaat yang diberikan metaverse adalah menciptakan peluang baru dan sumber mata pencarian baru yang bisa diakses oleh pengguna komputer di seluruh dunia yang mengakses metaverse.

Seberapa besar uang yang bisa anda dapatkan dengan bermain game di dunia kripto ini? Tergantung fluktuasi mata uang kripto yang menjadi token game tersebut. Tidak besar untuk ukuran penghasilan negara maju, namun menurut perhitungan penulis angkanya ini bisa lebih besar dari rata-rata UMR di negara berkembang.

*) Alfons Tanujaya adalah ahli keamanan cyber dari Vaksincom. Dia aktif mendedikasikan waktunya memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan cyber security bagi komunitas IT Indonesia.



Simak Video "Setiap Orang Bisa Mencoba Kehidupan Virtual di Toko Meta"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT