Usai Didemo Karena Buruh Keracunan, Pabrik iPhone Kembali Buka

Usai Didemo Karena Buruh Keracunan, Pabrik iPhone Kembali Buka

Josina - detikInet
Selasa, 18 Jan 2022 15:50 WIB
speaks during the news conference on June 18, 2015 in Chiba, Japan. Softbank Corp. announced that its humanoid product, Pepper, developed by the companys Aldebaran Robotics unit, will be available for consumers at 198,000 yen on June 20, 2015. SoftBank Corp. also announced that  Alibaba Group Holding Limited and Foxconn Technology Group reached an agreement that Alibaba and Foxconn will each invest 14.5 billion in SoftBank Robotics Holdings Corp., to promote Softbanks robotic business including Pepper to the global market.
Foto: Koki Nagahama/Getty Images
Jakarta -

Pemasok Apple, Foxconn ,kembali membuka pabriknya di India sejak ditutup tanggal 18 Desember 2020 silam. Penutupan ini terpaksa dilakukan karena adanya aksi protes dari parah buruh setelah 250 pekerja jatuh sakit akibat keracunan makanan.

Melansir dari Reuters, salah satu petinggi perusahaan yang dirahasiakan namanya mengatakan pabrik dibuka kembali setelah tiga minggu ditutup dengan satu shift dan total pekerja 120.

Pabrik yang terletak di kota Sriperumbudur dekat ibu kota negara bagian Tamil Nadu, Chennai ini sebelum kejadian telah mempekerjakan sekitar 17.000 orang buruh.

Apple sempat menolak untuk memberikan tanggapan namun akhirnya mengatakan bahwa pabrik tersebut masih dalam masa percobaan. Pihaknya bersama dengan auditor independen akan terus memantau kondisi asrama pekerja hingga ruang makan mengikuti kekhawatiran baru-baru ini tentang keamanan pangan dan kualitas akomodasi di Foxconn wilayah Sriperumbudur.

Seorang juru bicara Foxconn Taiwan mengatakan bahwa mereka sedang merestrukturisasi tim manajemen lokalnya dan mengambil langkah-langkah dengan segera untuk meningkatkan fasilitas dan menambahkan bahwa semua karyawan akan terus dibayar sementara itu membuat perbaikan yang diperlukan untuk memulai kembali beroperasi.

Para analis pun memperkirakan bahwa dengan adanya penutupan pabrik kemarin tersebut akan berdampak pada jumlah produksi iPhone yang lebih sedikit dari biasanya.

Pabrik yang memproduksi iPhone 12 dan juga telah memulai produksi uji coba iPhone 13 tampaknya memang ditujukan secara strategis penting dalam jangka yang panjang salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan China di tengah ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing.



Simak Video "Lockdown China Diprediksi Akan Mengacaukan Rantai Pasokan Apple"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fyk)