Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kacamata Lari untuk Disabilitas Visual Buatan Anak Muda RI Mendunia

Kacamata Lari untuk Disabilitas Visual Buatan Anak Muda RI Mendunia


Adi Fida Rahman - detikInet

Tim Labmino dari Universitas Indonesia
Inovasi anak bangsa mendunia, RunSight harumkan nama Indonesia (Foto: Samsung)
Daftar Isi
Jakarta -

Inovasi teknologi tidak selalu lahir dari perusahaan raksasa global. Dari kampus di Indonesia, sekelompok mahasiswa justru berhasil menghadirkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyentuh sisi kemanusiaan.

Karya tersebut bernama RunSight, kacamata pintar yang membantu penyandang gangguan penglihatan berlari dengan lebih aman dan mandiri. RunSight dikembangkan oleh Tim Labmino dari Universitas Indonesia melalui program Samsung Solve for Tomorrow (SFT).

Solusi ini dirancang bukan sekadar demonstrasi teknologi, melainkan menjawab kebutuhan nyata yang selama ini dialami komunitas difabel, khususnya pelari dengan keterbatasan penglihatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teknologi yang Lahir dari Empati

RunSight bekerja dengan memberikan panduan suara secara real-time kepada pengguna. Sistem berbasis AI membaca kondisi sekitar dan membantu menentukan arah agar pelari tidak bergantung sepenuhnya pada pendamping.

ADVERTISEMENT

Pendekatan ini menunjukkan bagaimana AI tidak hanya menjadi fitur canggih, tetapi juga alat pemberdayaan. Teknologi hadir sebagai pendamping aktivitas manusia, bekerja secara alami, responsif, dan menyatu dengan keseharian pengguna.

Bagi penyandang disabilitas visual, olahraga lari sering kali memiliki risiko tinggi karena keterbatasan navigasi. RunSight mencoba menghapus hambatan tersebut dengan memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pengguna.

President Samsung Electronics Indonesia, Harry LeePresident Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee Foto: Samsung

President Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menegaskan bahwa inovasi AI seharusnya memiliki tujuan nyata bagi kehidupan manusia.

"Kami percaya setiap terobosan AI harus membuat kehidupan lebih baik, lebih kaya, dan lebih bermanfaat," ujarnya.

Dari Kompetisi Nasional ke Panggung Global

RunSight awalnya merupakan pemenang Samsung Solve for Tomorrow Indonesia 2025. Program ini membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan solusi teknologi berbasis masalah nyata di masyarakat, sekaligus membangun keterampilan digital dan kolaborasi.

Setelah melewati seleksi regional dan global, Tim Labmino berhasil masuk jajaran 10 tim terbaik dunia dan ditetapkan sebagai SFT Global Ambassador. Pencapaian ini menjadi tonggak penting karena menunjukkan inovasi berbasis konteks lokal Indonesia mampu relevan secara internasional.

Perkembangan AI saat ini diarahkan untuk menjadi bagian dari lingkungan hidup manusia, bukan sekadar teknologi kompleks. Teknologi diharapkan membantu berbagai latar belakang pengguna secara sederhana dan inklusif.

RunSight menjadi contoh nyata implementasi tersebut: inovasi yang tidak hanya canggih, tetapi juga memiliki tujuan sosial. Dengan memanfaatkan AI secara tepat, akses terhadap olahraga inklusif dapat terbuka lebih luas.

Tim Labmino dari Universitas IndonesiaTim Labmino dari Universitas Indonesia Foto: Samsung

Keberhasilan Tim Labmino memperlihatkan bahwa inovasi besar dapat lahir dari kepedulian terhadap masalah sekitar. Ide sederhana yang berangkat dari empati mampu berkembang menjadi solusi teknologi global.

RunSight bukan hanya pencapaian akademik, melainkan simbol bahwa generasi muda Indonesia mampu menghadirkan teknologi relevan, inklusif, dan berdampak bagi dunia.

Dari Indonesia, inovasi itu kini berlari lebih jauh, membawa nama bangsa ke panggung internasional.

"Perjalanan Tim Labmino menginspirasi kita bahwa ide yang tebersit dari pengalaman sehari-hari dan kebutuhan yang kerap terabaikan bisa berdampak nyata. Peran kami adalah menjaga agar ruang ini terus terbuka, sehingga generasi berikutnya dapat melangkah lebih jauh dan membentuk masa depan inovasi yang relevan, inklusif, dan berdampak. Dari Indonesia, untuk dunia," pungkas Lee.




(afr/fay)








Hide Ads