Belanja Tak Biasa Zuckerberg dan Istri Gegara Kebanyakan Uang

Belanja Tak Biasa Zuckerberg dan Istri Gegara Kebanyakan Uang

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 01 Jan 2022 06:10 WIB
MOUNTAIN VIEW, CALIFORNIA - NOVEMBER 03: (L-R) Priscilla Chan and Mark Zuckerberg attend the 2020 Breakthrough Prize Red Carpet at NASA Ames Research Center on November 03, 2019 in Mountain View, California. (Photo by Ian Tuttle/Getty Images  for Breakthrough Prize )
Bos Facebook Borong Tanah di Hawaii, Habiskan Rp 251 Miliar Foto: Ian Tuttle/Getty Images
Jakarta -

Gegara kebanyakan uang, hobi belanja pendiri dan CEO Meta Mark Zuckerberg dan istrinya berbeda dari orang kebanyakan. Mereka kembali menggelontorkan jutaan dolar untuk memperluas propertinya di Pulau Kauai, Hawaii. Kali ini Zuck dan Chan belanja tanah seluas 100 acre atau 40 hektar senilai USD 17 juta (Rp 251 miliar).

Tanah yang dibeli Zuckerberg dan Chan mencakup bendungan Ka Loko. Bendungan yang berusia satu abad itu pernah bocor pada tahun 2006 dan kejadian ini mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia.

Menurut juru bicara Zuckerberg dan Chan, Ben Labolt, bendungan itu digolongkan sebagai area berisiko tinggi dan belum diperbaiki. Keduanya berkomitmen untuk memenuhi ketentuan legal terkait bendungan tersebut.

Labolt menambahkan Zuckerberg dan Chan akan bekerjasama dengan mitra komunitas untuk mengembangkan peternakan, mempromosikan konservasi, memproduksi hasil tani yang berkelanjutan dan melindungi alam liar.

Akuisisi baru ini menambah portofolio lahan Zuckerberg di Hawaii menjadi 1.500 acre. Sebelumnya ia pernah membeli lahan seluas 750 acre pada tahun 2014 senilai USD 100 juta dan lahan 600 acre pada Maret 2021 senilai USD 53 juta.

Keluarga Zuckerberg sudah memiliki beberapa rumah di area tersebut. Ia bahkan sedang mengajukan izin untuk membangun rumah utama kedua senilai USD 35 juta.

Tapi langkah Zuckerberg memborong lahan di Hawaii disambut oleh kritik dan kontroversi. Pada tahun 2016, Zuckerberg membuat warga sekitar meradang setelah memasang pagar setinggi 1,8 meter di sekeliling propertinya yang menutup akses ke Pantai Pila'a.

Kemudian pada awal tahun 2017, pengacara Zuckerberg menggugat ratusan warga lokal yang memiliki klaim kepemilikan atas sebidang tanah warisan yang masuk dalam bagian propertinya. Langkah ini disebut sebagai bentuk penjajahan.

"Ini adalah wajah neokolonialisme. Meskipun penjualan paksa mungkin tidak akan menggusur orang secara fisik, itu adalah percobaan terakhir yang memisahkan kami dari tanah," kata dosen hukum di University of Hawaii Kapua Sproat kepada The Guardian, seperti dikutip detikINET, Sabtu (1/1/2022).

"Bagi kami, penduduk asli Hawaii, tanah adalah leluhur. Itu adalah kakek-nenek... Anda tidak menjual nenek Anda begitu saja," sambungnya.

Zuckerberg akhirnya membatalkan gugatan tersebut serta mengatakan kalau ia dan istrinya ingin berdiskusi dengan komunitas setempat dan menemukan pendekatan yang lebih baik. Sebidang tanah itu kemudian dijual lewat lelang.

Selain tanah dan properti di Hawaii, Zuckerberg juga memiliki 10 rumah di Palo Alto, San Fransisco dan Danau Tahoe. Nilai total portofolio propertinya mencapai USD 320 juta.

Tonton juga: Kisah dr Rinal Iklhas Melayani Tanpa Uang

[Gambas:Video 20detik]



(vmp/vmp)