Belanja Online Makin Populer, Pengaduan Konsumen Ikut Meningkat

Belanja Online Makin Populer, Pengaduan Konsumen Ikut Meningkat

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 26 Agu 2021 20:10 WIB
Beautiful smiling young Asian woman grocery shopping online with mobile app device on smartphone and making online payment with her credit card, with a box of colourful and fresh organic groceries on the kitchen counter at home
Belanja Online Makin Populer, Pengaduan Konsumen Ikut Meningkat Foto: Getty Images/AsiaVision
Jakarta -

Perilaku berbelanja masyarakat bergeser ke ranah online selama pandemi COVID-19. Pergeseran ini juga meningkatkan jumlah pengaduan konsumen yang merasa dirugikan setelah belanja online.

Ketua Komisi Advokasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia Rolas Sitinjak mengatakan semakin banyaknya masyarakat yang bertransaksi secara digital membuat jumlah pengaduan terkait e-commerce meningkat dalam setahun terakhir.

"Dengan adanya seperti ini, kami menerima banyak pengaduan mengenai transaksi e-commerce," kata Rolas dalam konferensi pers virtual peluncuran 9.9 Super ShopeePay Deals, Kamis (26/8/2021).

"Banyak pelaku usaha yang bagus, tapi ada juga pelaku usaha tang tidak bertanggung jawab sehingga banyak konsumen yang kena tipu dengan segala iming-iming," sambungnya.

Rolas mengungkap dari semua pengaduan konsumen yang diterima BPKN, pengaduan terkait e-commerce ada di nomor dua. Padahal dua tahun sebelumnya, pengaduan terkait e-commerce berada di nomor lima.

Rolas pun mengimbau pelaku usaha seperti e-commerce dan penyedia layanan dompet digital untuk mengedukasi masyarakat tentang cara berbelanja online yang aman dan nyaman karena itu merupakan hak utama konsumen. Apalagi saat ini masih banyak masyarakat yang belum melek teknologi.

Selain itu, Rolas menyadari saat ini belum ada regulasi yang jelas tentang e-commerce sehingga itu merupakan tugas penting bagi pemerintah. Pelaku usaha juga harus memiliki legal standing yang jelas karena transaksi digital seperti ini dilakukan tanpa bertemu langsung.

"Yang paling penting adalah lebih jelas informasinya. Jadi bagaimana tanggung jawab pelaku usaha, bagaimana tanggung jawab pelaku usaha kalau ada permasalahan, bagaimana pelaku usaha melakukan edukasi kepada konsumennya, bagaimana pelaku usaha membuat konsumennya menjadi semakin cerdas," ucap Rolas.

Kepada konsumen e-commerce, Rolas juga memberikan saran cara berbelanja online dan menggunakan uang elektronik dengan aman, terutama menjelang festival belanja akhir tahun. Ia mengimbau calon pembeli untuk benar-benar meneliti perusahaan tempatnya bertransaksi sebelum membeli.

"Sebelum transaksi di sebuah e-commerce pastikan perusahaannya itu benar. Seperti yang kita lihat saat ini banyak sekali pelaku usaha di e-commerce ini. Saking banyaknya ada juga yang nggak benar," kata Rolas.

"Kedua pastikan informasinya benar mengenai produk yang akan dibeli. Bagaimana pengirimannya, bagaimana ongkos kirimnya, barangnya bagaimana, bagaimana kondisi barang ini harusnya A tapi sampai dalam kondisi B. Belanja daring begini mungkin bukan niat menipu tapi mungkin saja ada kesalahan. Ini yang perlu dipastikan," pungkasnya.



Simak Video "Indonesia Masuk Top 3 Pengguna Aplikasi E-Commerce di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)