Tren Perbankan Digital, Awas Jebakan Konsumerisme

Tren Perbankan Digital, Awas Jebakan Konsumerisme

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 26 Agu 2021 11:20 WIB
Ilustrasi perbankan digital
Foto: Dok. NISP
Jakarta -

Perbankan digital semakin berkembang dan terus naik ke tingkat berikutnya di Indonesia. Bahkan sebelum terjadinya situasi pandemi, masyarakat Indonesia sudah sangat terbuka terhadap kehadiran ragam perbankan digital.

Digitalisasi perbankan merupakan respons terhadap perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung terhadap internet dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Termasuk bertumbuhnya kepercayaan terhadap transaksi secara online.

Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira mengatakan perbankan digital telah mengubah lanskap perbankan nasional, khususnya di sektor ritel.

Salah satu contoh umumnya adalah hampir semua aplikasi perbankan digital mampu menawarkan kemudahan dan kepraktisan bertransaksi, termasuk transfer, beli dan bayar sana sini, semua sudah bisa diselesaikan lewat gadget. Sampai semester I 2021, kenaikan transaksi perbankan digital menembus 39,3% menurut data Bank Indonesia.

Namun menurut Bhima, ada juga yang harus diperhatikan oleh nasabah untuk memilih aplikasi perbankan digital, seperti kemampuan untuk membantu nasabahnya mengelola keuangan mulai dari mempersiapkan proteksi, sampai dengan berinvestasi. Jangan sampai penggunaan perbankan digital malah mendorong perilaku yang lebih konsumtif.

"Maka dari itu nasabah harus semakin pintar memilih aplikasi perbankan digital yang dapat mendukung mereka mencapai aspirasi keuangannya, bukan malah mendorong ke perilaku hidup yang makin konsumtif. Diperlukan perubahan prilaku agar nasabah memilih layanan perbankan digital yang menunjang produktivitas serta pengelolaan asset," ujarnya.

Salah satu inovasi perbankan digital yang dapat memberikan solusi transaksi dan pengelolaan keuangan adalah aplikasi perbankan digital ONe Mobile sebagai 'Comprehensive Money Manager'.

Dari sisi transaksi, aplikasi dari Bank OCBC NISP ini telah memindahkan hampir seluruh layanan transaksi termasuk pembukaan rekening yang sebelumnya hanya dapat dilakukan di kantor cabang.

Sedangkan dari sisi pengelolaan keuangan, ONe Mobile dapat membantu nasabah mulai dari mempersiapkan dana darurat melalui deposito atau tabungan berjangka, mempersiapkan proteksi melalui produk bancassurance, sampai dengan solusi investasi reksadana, obligasi, dan valuta asing.

ONe Mobile juga memungkinkan nasabah untuk mengatur portofolio investasi, serta mendapatkan insight dan market update yang berguna untuk menentukan arah investasi ke depannya.

"Transaksi perbankan yang semakin mudah dan nyaman, terlebih semakin banyaknya godaan promo belanja perlu ditanggapi dengan bijak oleh nasabah agar tidak terjerumus ke dalam pola hidup konsumtif," ujar Head of Digital Business Bank OCBC NISP Rudy Hamdani dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (26/8/2021).

"Untuk menghindarinya, nasabah perlu semakin cermat memilih aplikasi perbankan yang tak hanya menawarkan kemudahan melakukan transaksi, tapi juga bisa memberikan solusi pengelolaan keuangan atau wealth management," tambahnya.



Simak Video "Aplikasi Guru Ngaji Meluncur di Gowa"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)