Selandia Baru Tutup Perbatasan, Kok Pendiri Google Bisa Masuk?

Selandia Baru Tutup Perbatasan, Kok Pendiri Google Bisa Masuk?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 08 Agu 2021 09:07 WIB
Larry Page
Foto: Getty Images
Jakarta -

Keberadaan Larry Page, salah satu pendiri Google, yang misterius sedikit terungkap. Setelah diketahui berada di Fiji selama pandemi, ia diketahui memasuki wilayah Selandia Baru, dan mendapat izin tinggal di negara tersebut.

Page diketahui memasuki Selandia Baru pada pertengahan Januari, setelah anaknya membutuhkan perawatan medis darurat. Ia datang ke Selandia Baru menggunakan ambulans Kiwi Air, lalu tinggal di hotel di Auckland, sementara anaknya dirawat di rumah sakit Starship, di kota yang sama.

Menariknya, pada Januari 2021 tersebut, Selandia Baru tengah melakukan lockdown, dan tidak menerima kedatangan warga negara asing. Loh, tapi kok Page tetap bisa masuk?

Rupanya Page disebut sudah mengajukan visa tiga bulan sebelumnya, yaitu pada November 2020. Ia mengajukan visa dengan status 'Investor Plus'. Status ini diberikan khusus untuk orang yang menginvestasikan dana sebesar 10 juta dolar selandia baru, atau sekitar Rp 100 miliar.

Investasi ini kabarnya diberikan pada Wisk Aviation, yang merupakan startup pesawat listrik otonom. Wisk sebenarnya berkantor pusat di Amerika Serikat, namun punya kantor cabang di Selandia Baru, dan bakal melakukan uji terbang di negara tersebut.

Ketertarikan Page pada Wisk ini berasal dari Kitty Hawk, perusahaan penerbang lain yang juga ia bekingi. Wisk, dulunya bernama Zephyr, adalah perusahaan hasil kerja sama Boeing dan Kitty Hawk.

Namun karena lokasinya yang tak terjangkau, visanya itu -- menurut pemerintah Selandia Baru -- tidak bisa diproses. Visanya itu baru disetujui pada 4 Februari 2021, demikian dikutip detikINET dari Los Angeles Times, Minggu (8/8/2021).

Meski begitu, Page sudah masuk Selandia Baru sejak Januari, dan menurut pemerintah Selandia Baru, hal tersebut dilakukan setelah Page meminta izin khusus karena keadaan darurat, yaitu untuk mengevakuasi anaknya dari Fiji karena membutuhkan perawatan medis.

"Sehari setelah aplikasinya diterima, sebuah ambulans udara New Zealand lengkap dengan perawat (mengevakuasi) anak dan orang tuanya dari Fiji ke Selandia Baru," ujar Menteri Kesehatan Selandia Baru Andrew Little dalam keterangannya ke parlemen.

Little dipanggil parlemen Selandia Baru untuk dimintai keterangannya terkait kedatangan Page saat mereka tengah menutup perbatasannya untuk warga negara asing, yaitu untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Namun menurut Little, Page dan keluarganya mengikuti protokol penyebaran COVID-19 saat sampai di Selandia Baru, yaitu dengan melakukan isolasi di hotel sementara anaknya dirawat di rumah sakit. Saat ini Page dikabarkan sudah meninggalkan Selandia Baru, dan kembali lagi ke Fiji.

Page, menurut Forbes, adalah orang terkaya ke-6 di dunia, dengan kekayaan mencapai USD 117 miliar. Ia meninggalkan posisinya sebagai CEO Alphabet -- induk Google -- pada 2019, namun masih menjadi anggota dewan direksi dan pemegang saham kontrol di perusahaan tersebut.



Simak Video "Pulau Fiji Jadi Tempat Persembunyian Pendiri Google Selama Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)