Google Kembangkan Fitur Baru untuk Belajar Bahasa Asing

Google Kembangkan Fitur Baru untuk Belajar Bahasa Asing

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 18 Jun 2021 16:35 WIB
concept search, customer service operator woman with headset, globe, flags and magnifying glass
Google Kembangkan Fitur Baru untuk Belajar Bahasa Asing Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Google sudah membantu penggunanya untuk menerjemahkan bahasa asing menggunakan Google Translate. Kini mereka tengah mengembangkan proyek baru untuk memudahkan pengguna belajar bahasa asing.

Laporan dari The Information mengatakan Google saat ini sedang mengembangkan layanan belajar bahasa asing menggunakan kecerdasan buatan (AI) lewat Google Search.

Proyek ini secara internal dikenal dengan nama Tivoli. Sumber The Information mengklaim bahwa fitur ini kemungkinan akan diluncurkan tahun ini.

Proyek Tivoli kabarnya sudah dikembangkan sejak dua tahun lalu menggunakan model percakapan neural Meena, yang kemudian berubah menjadi LaMDA (Language Model for Dialog Applications). Ini merupakan teknologi conversational AI yang memungkinkan manusia untuk bercakap-cakap dengan komputer secara alami.

CEO Google Sundar Pichai pertama kali mendemonstrasikan kemampuan LaMDA dalam event I/O beberapa bulan yang lalu. Dalam event tersebut, ia bercakap-cakap dengan LaMDA yang berperan sebagai planet kerdil Pluto.

Tivoli awalnya hanya bisa digunakan lewat teks, tapi pegawai Google mencari cara untuk memboyongnya ke Google Assistant dan YouTube. Salah satu contoh use-case Tivoli di YouTube adalah dengan membuat kuis bahasa, di mana penontonnya akan merekam dirinya setelah menonton video.

Setelah itu, AI akan memproses performa pengguna lewat video yang telah direkam dan memberikan nilainya. Mengajari bahasa asing menggunakan conversational AI disebut sebagai use-case yang praktis tapi berisiko rendah, seperti dikutip dari Android Authority, Jumat (18/8/2021).

Jika Google jadi meluncurkan proyek ini, maka mereka akan mendapatkan persaingan ketat dari aplikasi belajar bahasa asing seperti Babel, Duolingo, dan Rosetta Stone.

Tapi keputusan Google untuk terjun ke layanan ini tidak mengherankan. Berdasarkan estimasi Meticulous Research, pasar belajar bahasa online akan menembus USD 21,2 miliar pada tahun 2027.

Ini juga bukan pertama kalinya Google menawarkan layanan belajar bahasa. Tahun lalu mereka meluncurkan aplikasi offline Read Along yang mengajarkan bahasa Inggris, Hindi, Spanyol dan Portugal untuk anak-anak.



Simak Video "Refleksi Google di Ulang Tahun ke-23"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)