GoFood & Digitarasa Bekali 20 UMKM Kuliner Resep Sukses Bisnis Digital

GoFood & Digitarasa Bekali 20 UMKM Kuliner Resep Sukses Bisnis Digital

Erika Dyah - detikInet
Selasa, 06 Apr 2021 18:30 WIB
Gojek
Foto: Gojek
Jakarta -

Program akselerator startup kuliner Digitarasa yang hadir sejak awal 2020 kembali mengadakan pelatihan untuk 20 pengusaha kuliner anak bangsa. Program yang kini dijalankan merupakan angkatan (batch) ketiga, di mana sebelumnya peserta telah dipilih melalui seleksi ketat dari hampir 3.000 pendaftar program yang berasal dari Jabodetabek, Bandung, Medan, Surabaya, dan Makassar.

Sebagaimana diketahui, platform digital kini semakin diandalkan para pengusaha/UMKM kuliner guna menjangkau pelanggan setia dan memasarkan produknya. Untuk itu, pengusaha kuliner/UMKM perlu terus meningkatkan ilmu dan keterampilan khususnya terkait pemasaran atau berbisnis di era yang serba digital, sehingga dapat menjawab kebutuhan dan preferensi konsumen.

Head of GoFood & Platform Merchant Marketing Gojek, Felicia Wijaya mengungkapkan pada batch ketiga ini, GoFood berbagi resep sukses berbisnis kuliner kepada pelaku UMKM dengan memanfaatkan strategi promosi digital yang efektif.

Ia menilai salah satu strategi yang membuat bisnis kuliner jauh lebih menarik adalah dengan strategi pemasaran yang baik, termasuk lewat program promosi atau diskon. Apalagi, hampir seluruh pelanggan GoFood memilih berbelanja dari restoran yang menawarkan promosi.

"Di GoFood, kami membuka peluang seluas-luasnya bagi mitra usaha yang ingin menjalankan strategi promosi dengan mudah dan efektif. Pelaku usaha dapat memilih sendiri jenis promosi yang sesuai dengan target bisnisnya, seperti jenis promo 'menu rekomendasi' diskon di item menu, diskon total belanja, hingga diskon ongkos kirim," jelas Felicia dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4/2021).

Ia pun memaparkan data internal GoFood selama tahun 2020 yang mencatat adanya peningkatan penjualan pada mitra usaha GoFood yang mengikuti promo. Ia melanjutkan besaran peningkatannya mencapai 4 kali lipat dibandingkan dengan yang tidak mengikuti promo.

Selain membuat promosi dengan menawarkan berbagai skema diskon, lanjutnya, mitra usaha juga dapat menerapkan strategi rekomendasi menu. Adapun strategi dapat digunakan untuk membuat mitra usaha menjadi andalan pelanggan, caranya dengan menawarkan beberapa menu andalan secara rutin dan konsisten agar menjadi best seller.

Lebih lanjut, Felicia menerangkan saat mulai dikenal, menu best seller tadi bisa dikombinasikan dengan menu baru yang sedang ingin dipromosikan dalam bentuk paket.

Ia menilai strategi ini semakin efektif di tengah pandemi karena turut menjawab tren pembelian makanan dalam jumlah banyak. Ia menilai hal ini disebabkan sebagian besar pelanggan banyak melakukan aktivitas di rumah bersama anggota keluarga.

"Tidak kalah penting dan sering kali terlupakan oleh mitra usaha adalah tampilan menu, seperti foto, nama dan deskripsi menu, hingga pengaturan kategori, sehingga bisa memudahkan konsumen dalam melakukan pencarian menu andalan. Hal ini cukup sederhana tetapi dapat membuat pelanggan semakin setia membeli dari resto," kata Felicia saat menjadi pembicara pada sesi bootcamp Digitarasa Batch 3.

Para peserta Digitarasa diberikan beberapa materi yang dibawakan langsung oleh beberapa pelaku kuliner ternama di Indonesia. Adapun materi pada bootcamp ini meliputi strategi manajemen bisnis F&B bersama CEO Mangkokku Julius Kartadinata, perencanaan dan pelaporan keuangan dari SVP Kopi Kenangan Rahmad Budiarjo, strategi meningkatkan skala bisnis kuliner bersama CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata, seluk beluk dunia kuliner bersama CEO Digitarasa Chef Arnold Poernomo, serta berbagai materi lain dari para pelaku bisnis kuliner Tanah Air lainnya.

Pelatihan akan dilanjutkan dengan pendampingan atau mentoring terkait pengelolaan bisnis kuliner yang dilakukan secara personal dan terfokus. Nantinya, pelatihan ini juga akan ditutup dengan sesi business review untuk menilai kesiapan bisnis kuliner dalam melakukan ekspansi.

Sementara itu, salah satu peserta Digitarasa Batch 3 sekaligus Founder WAFWAF, Andini Kusumawardhani mengatakan dalam mengembangkan bisnis kuliner, dirinya selama ini hanya fokus pada profit. Ia menilai adanya kesempatan untuk belajar dari para pembicara hebat serta berbagi pengalaman dengan sesama pengusaha kuliner dari berbagai daerah di Indonesia sangat membuka matanya.

"Banyak hal yang bisa digali lebih jauh terkait strategi promosi dan pengembangan bisnis. Saya senang para pakar kuliner Indonesia terus fokus mengembangkan industri ini, sehingga kami yang memulai bisnis dari usaha kecil bisa lebih optimis untuk beradaptasi dan bangkit di tengah berbagai tantangan," ungkapnya.

Sebelumnya, Digitarasa telah meluluskan 29 pengusaha kuliner di Batch 1 dan Batch 2 dengan memberikan dukungan dan pendampingan agar mereka senantiasa terus bertumbuh. Antusiasme para pelaku usaha untuk bergabung di program ini terus meningkat karenanya pada batch terbaru ini Digitarasa melatih lebih banyak pelaku usaha kuliner untuk bisa menumbuhkan bisnis dan meningkatkan skala usaha.

Bagi para pelaku usaha kuliner yang tertarik bergabung dengan program akselerator ini Anda dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui website www.digitarasa.id atau akun Instagram @digitarasa_id.

(ncm/fay)