Banjir Kritik, WhatsApp Tunda Aturan Privasi Baru

Banjir Kritik, WhatsApp Tunda Aturan Privasi Baru

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 16 Jan 2021 07:45 WIB
SAN ANSELMO, CALIFORNIA - MAY 14: The WhatsApp messaging app is displayed on an Apple iPhone on May 14, 2019 in San Anselmo, California. Facebook owned messaging app WhatsApp announced a cybersecurity breach that makes users vulnerable to malicious spyware installation iPhone and Android smartphones. WhatsApp is encouraging its 1.5 billion users to update the app as soon as possible.  (Photo Illustration by Justin Sullivan/Getty Images)
Aplikasi WhatsApp. Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta -

Aturan privasi baru yang akan diterapkan WhatsApp membuat perusahaan di bawah Facebook ini banjir kritikan dan bikin sebagian user eksodus ke aplikasi pesaing, terutama Signal dan Telegram. WhatsApp pun menarik rem darurat.

Pada awalnya, implementasi kebijakan baru itu akan dilakukan pada tanggal 8 Februari, di mana user harus menyetujuinya atau tidak bisa lagi menggunakan WhatsApp. Namun kini, WhatsApp memutuskan menundanya selama 3 bulan sampai 15 Mei.

"Kami mendengar dari banyak orang tentang banyaknya kebingungan terkait update terbaru kami. Ada banyak misinformasi yang menyebabkan kecemasan dan kami ingin membantu setiap orang memahami prinsip kami dan faktanya," tulis WhatsApp di blognya.

Kebijakan privasi baru WhatsApp memang dianggap membingungkan bagi sebagian orang. "Setelah membaca kebijakan privasi (WhatsApp), saya menganggapnya sangat membingungkan dan sulit diikuti," cetus bos Signal, Brian Acton, yang juga merupakan pendiri WhatsApp.

Seperti diberitakan, ada tiga poin utama yang dibawa update ini yaitu bagaimana WhatsApp memproses data, bagaimana bisnis bisa menggunakan layanan hosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola chat WhatsApp, dan bagaimana data diintegrasikan dengan produk Facebook lainnya.

Update ini tidak mempengaruhi percakapan pribadi di luar konteks bisnis. Semua percakapan pengguna masih dilindungi enkripsi end-to-end, sehingga tidak bisa diintip oleh WhatsApp dan Facebook.

WhatsApp akan mengumpulkan beberapa data tentang perangkat yang digunakan seperti level baterai, kekuatan sinyal, versi aplikasi, informasi browser, jaringan mobile, informasi koneksi (termasuk nomor telepon, operator atau ISP), bahasa dan zona waktu, sampai alamat IP.

"Menanggapi berita dan pertanyaan-pertanyaan yang timbul belakangan ini, WhatsApp ingin menegaskan, kebijakan privasi kami yang baru tidak mempengaruhi chat atau percakapan antar akun maupun grup pribadi para pengguna kami," sebut WhatsApp baru-baru ini.



Simak Video "Mengenal Pendiri Telegram dan Signal yang Kerap Menyerang WhatsApp"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)